Kamis 07 Dec 2017 15:14 WIB

Eksekutif VW Dihukum 7 Tahun Penjara dalam Skandal Emisi

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Budi Raharjo
Kantor VW di AS
Foto: reuters
Kantor VW di AS

REPUBLIKA.CO.ID,DETROIT -- Eksekutif Volkswagen (VW) AG yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Oliver Schmidt, dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dan denda 400 ribu dolar AS oleh Hakim Distrik AS Sean Cox dari Detroit pada Rabu (6/12). Ia dinyatakan bersalah karena perannya dalam skandal emisi diesel yang telah merugikan produsen mobil Jerman tersebut sebanyak 30 miliar dolar AS.

Hukuman penjara dan denda bagi Schmidt merupakan hukuman maksimal yang dijatuhkan di bawah kesepakatan pembelaan pada Agustus lalu. Warga negara Jerman ini mengakui tuduhan bahwa ia telah berkomplot untuk mengabaikan peraturan AS dan melanggar undang-undang udara bersih.

"Menurut pendapat saya, Anda adalah konspirator kunci dalam skandal ini untuk menipu Amerika Serikat. Anda melihat ini sebagai kesempatan bagi Anda untuk bersinar dan menaiki jabatan perusahaan di VW," ujar Hakim Cox seperti ditulis reuters.

Schmidt kemudian membacakan sebuah pernyataan tertulis di pengadilan untuk mengakui kesalahannya. Ia menangis saat menjelaskan pengorbanan keluarganya sejak penangkapannya pada Januari lalu. "Saya membuat keputusan yang buruk dan untuk itu saya minta maaf," kata Schmidt.

Schmidt didakwa dengan 11 tuduhan kejahatan dan jaksa federal mengatakan dia bisa menghadapi hukuman maksimal sampai 169 tahun penjara. Sebagai bagian dari pengakuan rasa bersalahnya dalam pembelaannya, jaksa setuju untuk mengurangi hukuman dan Schmidt setuju untuk dideportasi di akhir masa hukuman penjaranya.

Schmidt bertanggung jawab atas bidang lingkungan dan teknik perusahaan di kantor Volkswagen di Auburn Hills, Michigan, sampai Februari 2015. Dia bertugas mengawasi isu-isu emisi.

Dia kemudian kembali ke Jerman pada bulan yang sama, setelah diberitahu tentang keberadaan perangkat lunak rahasia untuk kendaraan. Menurut pembelaan Schmidt, di akhir tahun itu dia berkomplot dengan eksekutif lain untuk menghindari pengungkapan kecurangan yang disengaja oleh produsen mobil tersebut dalam upaya untuk mendapatkan persetujuan peraturan untuk model VW 2 liter diesel 2016.

Pada Maret lalu, Volkswagen mengaku bersalah atas tiga tuduhan kejahatan dalam pembelaan di pengadilan AS. Pihaknya memasang perangkat lunak rahasia di dalam kendaraan untuk menghindari uji emisi.

Jaksa AS telah mengajukan tuntutan terhadap delapan eksekutif Volkswagen dan seorang mantan eksekutif. Volkswagen kembali pulih dari skandal yang menjeratnya tahun lalu itu.

Chief Executive Matthias Mueller bulan lalu telah memprediksi pengiriman kendaraan untuk perusahaan tahun ini. Merek mobil Volkswagen mengatakan mereka mengharapkan adanya rekor pengiriman untuk 2017 dan peningkatan prospek profitabilitasnya.

Dalam pameran mobil di Los Angeles pekan lalu, kepala operasi Volkswagen di AS menyatakan, "Kami kembali," setelah penjualan kendaraannya di AS kembali meningkat.

Industri otomotif masih merasakan akibat dari kecurangan diesel Volkswagen. Regulator di AS dan Eropa sedang menyelidiki produsen mobil lain untuk potensi pelanggaran peraturan emisi diesel.

Pada Rabu (6/12), jaksa Jerman mengatakan mereka telah memulai penyelidikan awal dari tuduhan yang dilayangkan oleh sebuah kelompok lingkungan. Mereka mengatakan BMW AG telah menjual sebuah kendaraan yang memancarkan hingga tujuh kali dari tingkat nitrogen oksida yang diizinkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement