Rabu 29 Nov 2017 10:28 WIB

Nestle Bangun Pabrik untuk Produk Kopi Kuba

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini
Nestle
Foto: Nestle
Nestle

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Perusahaan Kuba dan Swiss Nestle pada Selasa (28/11) meletakkan batu pertama pembangunan pabrik senilai 55 juta dolar AS. Pabrik dibangun di zona pengembangan khusus Mariel.

Kuba menciptakan zona di sekitar pelabuhan Mariel di sebelah barat Havana empat tahun lalu. Kawasan ini menawarkan pajak dan bea cukai yang signifikan bagi perusahaan. Tujuannya adalah mengganti barang impor dengan barang produksi Kuba. Hal ini kian mendesak setelah bantuan dari sekutu sosialis Venezuela jatuh dan mengakibatkan krisis tunai.

Wakil Presiden Nestle Laurent Freixe mengatakan, negosiasi dengan mitra Kuba Coralsa dan Mariel hanya memakan waktu 18 bulan. Ini menjadi sebuah rekor waktu tercepat negosiasi.

Pabrik tersebut akan beroperasi pada akhir 2019 dengan memproduksi kopi. Biskuit dan produk kuliner lainnya akan mulai diproduksi nanti. Selama ini Nestle mengekspor produknya ke Kuba berupa es krim, air kemasan dan minuman lainnya.

Dia berharap dengan kehadiran Nestle, kopi Kuba akan mampu menembus pasar ekspor. Tahun lalu Nestle telah mengekspor kopi Kuba sebagai edisi terbatas 'Cafecito de Cuba' dari botol buatan Nespresso yang bahkan masuk ke AS. "Ini terjual dengan kecepatan mengesankan," kata Freixe.

Namun, sebelum mengekspor kopi Kuba, Nestle harus membantu negara itu meningkatkan panennya yang terus turun sejak 1959. Sejauh ini, Kuba telah menyetujui 31 proyek di zona Mariel termasuk sembilan perusahaan multinasional.

Hanya ada satu perusahaan AS, Rimco yang menjadi dealer Puerto Rico untuk membuat mesin berat Caterpillar yang telah menandatangani kesepakatan dengan Mariel untuk membuka toko di sana. Rencana ini telah mendapat persetujuan tepat sebelum peraturan AS yang baru dikeluarkan awal bulan ini.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement