Ahad 11 Sep 2016 15:50 WIB

Raksasa Kosmetik Dunia Intai Pasar Halal Indonesia

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Budi Raharjo
Warga mengisi formulir sertifikasi halal secara online di kantor Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). (ilustrasi)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Warga mengisi formulir sertifikasi halal secara online di kantor Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Beberapa raksasa produsen barang konsumsi tengah membuat produk halal untuk bisa masuk ke pasar Indonesia. Meski akan berhadapan dengan regulasi baru soal sertifikasi halal, pasar Muslim masih menjanjikan ketimbang pasar di Barat yang tengah lesu.

Unilever, Beiersdorf, dan L'Oreal merupakan beberapa perusahaan multinasional yang menyesuaikan rantai pasok mereka untuk bisa masuk ke pasar mayoritas Muslim. Mereka menyarakan permintaan produk kecantikan halal atau produk halal spesifik seperti sampo untuk wanita berkerudung masih akan tumbuh seiring pertumbuhan kelas menengah Muslim. 

Indonesia dinilai bisa memengaruhi negara lain seperti Malaysia di mana produk halal diproduksi secara domestik oleh perusahaan domestik pula. Raksasa kosmetik Prancis, L'Oreal, sudah memiliki produk halal yang diproduksi di Indonesia untuk memasok kebutuhan pasar domestik dan beberapa negara Asia Tenggara. 

Sebagian besar produk di bawah merek Garnier itu merupakan produk sabun pencuci muka dan krim pencerah wajah yang halal. "Sertifikasi halal adalah syarat yang ke depan akan berlaku di beberapa negara," kata General Manager Schwan-Stabilo Cosmetics, Joerg Karas, seperti dikutip Reuters beberapa waktu lalu. 

Perusahaan asal Jerman itu sudah siap memasarkan produk halal seperti L'Oreal dan Procter & Gamble ke pasar yang mereka bidik. Unilever, yang masuk 10 besar produsen produk kecantikan dan perawatan diri terkemuka di Indonesia, menyatakan sembilan pabriknya di Indonesia telah memiliki standar jaminan halal dan saat ini bekerja sama dengan pihak ke tiga sebagai penyedia bahan-bahan impor. 

President of Unilever’s Personal Care Business, Alan Jope, biaya sertifikasi halal bukan soal materi. Jope memprediksi sekitar sepertiga dari 20 pasar utama perusahaan dengan bisnis 20 miliar euro per tahun ini adalah negara-negara dengan populasi Muslim besar. Memenuhi kebutuhan konsumen adalah strategi prioritas perkembangan bisnis Unilever. 

Untuk itu, Unilever memproduksi produk yang sesuai seperti jel pelembab tubuh yang mudah menyerap dan pasta gigi dengan kesegaran tahan lama saat momen Ramadhan. Mereka juga memproduksi sampo bagi wanita berkerudung.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement