REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan, sektor unggulan ekspor Indonesia ke depan akan berbeda dari sebelumnya, yakni berfokus pada produk lifestyle. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar di sektor perhiasan yang nilai ekspornya sudah mencapai 5 miliar dolar AS per tahun dengan pertumbuhan 15 persen per tahun.
"Secara umum, ekspor kita harus ke produk lifestyle, seperti perhiasan, kuliner, dan fashion," ujar Thomas, di Jakarta, Kamis (12/5).
Thomas menjelaskan, ekspor produk lifestyle dapat meningkatkan branding dan desain Indonesia ke dunia internasional. Selain itu, produk lifestyle memberikan nilai tambah lebih besar ketimbang hanya mengekspor tekstil maupun alas kaki saja.
Menurut Thomas, tren ekspor dunia telah mengalami perubahan dan sektor yang mengalami pertumbuhan tinggi mencapai 8 persen adalah sektor jasa. Thomas mengatakan, sektor jasa dalam perdagangan ke depan cukup menjanjikan dan terobosan ini yang sedang diupayakan oleh pemerintah.
"Tren dunia sudah berubah dan kita harus menyesuaikan untuk memproduksi barang maupun jasa yang ada permintaannya," kata Thomas.
Thomas menambahkan, Pemerintah Indonesia juga berencana untuk menjalin kerja sama dengan Australia di bidang pengembangan desain. Nantinya lembaga desain Australia akan bekerja sama dengan politeknik di Indonesia untuk mengembangkan variasi desain.