REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala BP BUMN Dony Oskaria menargetkan laba kolektif BUMN pada 2026 mencapai kisaran Rp 340–350 triliun. Angka ini lebih tinggi dibanding laba 2025 yang diperkirakan mencapai kisaran Rp 280–285 triliun.
"Tahun ini kami memasukkan laba di rencana kerja kami, kurang lebih Rp 350 triliun. Tetapi saya mesti berekspektasi (laba) lebih dari itu," ujar Dony dalam acara diskusi yang digelar Investor Daily bertajuk Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia di Jakarta, Rabu (28/1/2028).
Dony menjelaskan langkah strategis BUMN melalui Danantara yang akan mengelola perusahaan milik negara secara efektif, efisien, dan profesional. Hal ini sesuai dengan pidato Presiden Prabowo di World Economic Forum 2026 di Davos, pekan lalu.
"Kami tidak sekadar melakukan proses konsolidasi BUMN, tetapi melakukan review (penilaian) seluruh perusahaan BUMN secara fundamental,” ucap Dony.
Proses penilaian yang dilakukan pada BUMN itu mencakup model bisnis dan struktur biaya, analisis pasar, kondisi industri, hingga kapabilitas internal. Proses review yang holistik itu akan menjadi acuan utama dalam konsolidasi BUMN. Dengan penilaian yang baik, diharapkan konsolidasi akan semakin mempercepat laju kinerja BUMN.
"Bukan asal memilih mana yang dikonsolidasikan, tetapi melalui proses yang kita desain dengan sangat baik. Targetnya adalah memastikan BUMN memiliki kemampuan yang berkelanjutan dan kompetitif,” sambung Dony.
Sebagai contoh, BUMN asuransi yang akan dikonsolidasikan menjadi tiga perusahaan dari sebelumnya 15 perusahaan.
"Kita punya 15 perusahaan asuransi yang saat ini sedang dilakukan proses konsolidasi. Tahun ini akan kami 'push' untuk dilakukan (konsolidasi), hanya akan menjadi tiga perusahaan asuransi," lanjut Dony.
Pria yang juga menjabat Chief Operating Officer (COO) Danantara itu menegaskan BUMN di bawah pengelolaan Danantara akan bekerja keras untuk mewujudkan bisnis yang berkelanjutan. Dony optimistis, dengan semangat dan kerja penuh komitmen dari seluruh insan BUMN, target yang dicanangkan pada 2026 akan tercapai.
"Komitmen kerja keras dan semangat kebersamaan kita bertekad menjadikan perusahaan BUMN di bawah Danantara jadi perusahaan yang membanggakan," kata Dony.