Ahad 17 May 2015 19:23 WIB

PTPN XI akan Revitalisasi Dua Pabrik Gula

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Hazliansyah
Pabrik gula, ilustrasi
Pabrik gula, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT. Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI) akan melakukan revitalisasi dua pabrik gula di Jatiroto dan Asembagus, Jawa Timur. Revitalisasi pabrik ini menggunakan dana penyertaan modal negara (PMN) 2015 yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp 65 miliar.

Direktur SDM dan Umum PTPN XI M. Cholidi mengatakan, revitalisasi pabrik baru bisa jalan setelah dana yang dijanjikan oleh pemerintah masuk ke kas perseroan. Rencananya, Peraturan Presiden (Perpres) terkait PMN untuk PTPN XI akan ditandatangani pada akhir Mei 2014.

"Setelah Perpres keluar, kami segera melakukan tender untuk menentukan pelaksana proyek revitalisasi tersebut," ujar Cholidi di Jakarta, Ahad (17/5).

Cholidi mengatakan, revitalisasi yang dilakukan yakni menambah kapasitas pabrik dan modernisasi mesin. Kapasitas pabrik gula di Jatiroto akan bertambah dari 7 ribu ton cane day (TCD) menjadi 10 ribu TCD, sedangkan pabrik di Asembagus akan bertambah dari 3 ribu TCD menjadi 6 ribu TCD. Sementara itu, mesin yang diperbarui adalah mesin giling dan boiler. 

Menurut Cholidi, program revitalisasi pabrik ini tidak bisa selesai dalam jangka waktu satu tahun. Sebab untuk mengganti boiler saja membutuhkan waktu 1,5 tahun. Namun, Cholidi memastikan, ada beberapa komponen yang bisa diperbaiki dengan cepat dan dirasakan manfaatnya tahun ini seperti mesin processing. 

"Boiler dan mesin giling kemungkinan baru bisa dirasakan manfaatnya pada tahun depan," kata Cholidi.

Cholidi mengatakan, dalam rencana jangka panjang PTPN XI akan membangun pabrik yang saling terintegrasi untuk meningkatkan daya saing. Selain memproduksi gula kristal putih, pabrik gula di Jatiroto dan Asembagus akan dirancang untuk memproduksi ethanol.

Produksi ethanol dari kedua pabrik tersebut diharapkan dapat menghasilkan tenaga listrik masing-masing sebesar 20 megawatt. Menurut Cholidi penyediaan ethanol merupakan langkah jangka panjang bagi kelangsungan energi terbarukan di Tanah Air. 

Selama ini, ethanol yang dihasilkan belum dimanfaatkan secara optimal di dalam negeri dan justru lebih banyak di ekspor ke sejumlah negara tetangga seperti Filipina dan Thailand.

"Kami harap ke depannya Pertamina mau membeli ethanol dari kami sebagai bahan pembangkit energi," kata Cholidi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement