Sabtu 24 Jul 2010 17:55 WIB

Setelah Tes Bank Eropa, Dolar Melemah Terhadap Euro

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK--Dolar sedikit melemah terhadap euro pada Jumat, setelah rilis hasil "stress test" (uji ketahanan) bank Eropa, di mana tujuh bank gagal, disambut oleh skeptisme di pasar.Euro diperdagangkan pada 1,2906 dolar sekitar 2100 GMT di New York, naik dari 1,2886 dolar akhir Kamis. Terhadap mata uang Jepang, dolar menguat ke 87,36 yen dari 86,92 yen.

Euro awalnya tergelincir terhadap dolar setelah publikasi, dimulai pada 1600 GMT, dari hasil tes stres pada 91 bank Eropa. Mata uang dari 16 negara zona euro membuat kembali sedikit pada akhir perdagangan.

"Reaksi awal telah bervariasi," kata Vassili Serebriakov, seorang analis di Bank Wells Fargo. "Kita harus menunggu dan melihat pasar untuk mencerna tes lebih sedikit."

Menurut analis, "sebuah transaksi bagus dari kenaikan kembali ini telah berkurang untuk dilakukan dengan stres tes dan lebih berkaitan dengan cara pasar ekuitas di AS berakhir menguat," yang mendorong pembeli untuk meninggalkan safe haven dolar AS.

Komite Pengawas Perbankan Eropa (CEBS) mengumumkan bahwa tujuh dari 91 lembaga-lembaga keuangan Uni Eropa, yang mewakili 65 persen dari sektor perbankan Uni Eropa, telah gagal dalam tes yang dirancang untuk menilai kapasitas menghadapi krisis ekonomi atau keuangan.

Pemerintah sudah bekerja dengan tujuh bank lemah -- lima di Spanyol dan masing-masing di Jerman dan Yunani -- untuk membantu menopang keuangan mereka, kata komite. Kegagalam tes kekuatan modal dialami bank miliki negara Jerman, Hypo Real Estate, Yunani ATEBank dan lima bank tabungan daerah di Spanyol.

CEBS memperkirakan bahwa tujuh bank perlu untuk meningkatkan total 3,5 miliar euro (4,52 miliar dolar) untuk memenuhi persyaratan modal minimum. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat menguji 19 bank pada semester pertama 2009 dan menemukan bahwa 10 dari mereka membutuhkan sebesar 75 miliar dolar tambahan dana.

Samarjit Shankar di Bank of New York Mellon mengatakan bahwa investor tampak kecewa bahwa tes tersebut dibuat atas obligasi bank yang diperdagangan daripada yang orang-orang memiliki hingga jatuh tempo. "Euro bisa terpukul jauh lebih besar tetapi bertahan dengan cukup baik," kata Shakar.

"Sekarang bahwa hasil stress tes di belakang kami, fokus akan kembali pada apa yang fundamental beritahukan kepada kami," tambahnya, mengacu pada indikator ekonomi AS baru-baru ini yang menunjukkan pemulihan melambat.

Pada akhir perdagangan New York, pound melonjak menjadi 1,5411 dolar dari 1,5252 pada Kamis, diuntungkan data yang lebih baik dari perkiraan pada pertumbuhan ekonomi Inggris. Ekonomi Inggris mengalami ekspansi sebesar 1,1 persen pada kuartal kedua, kecepatan terkuat sejak 2006 karena pemulihan menguat, data resmi menunjukkan. Sementara itu, dolar meningkat menjadi 1,0548 franc Swiss dalam akhir perdagangan dari 1,0430 pada Kamis.

sumber : ant/AFP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement