Jumat 27 Jan 2023 14:47 WIB

Rampung IPO, Jasa Berdikari Incar Peningkatan Laba 25 Persen

Jasa Berdikari menargetkan pendapatan dan laba meningkat 25 persen (yoy).

Red: Ahmad Fikri Noor
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2022). PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) menargetkan pendapatan dan laba meningkat 25 persen year on year (yoy) pada 2023, setelah perseroan resmi menyelenggarakan Initial Public Offering (IPO) pada Jumat (27/1/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2022). PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) menargetkan pendapatan dan laba meningkat 25 persen year on year (yoy) pada 2023, setelah perseroan resmi menyelenggarakan Initial Public Offering (IPO) pada Jumat (27/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) menargetkan pendapatan dan laba meningkat 25 persen year on year (yoy) pada 2023, setelah perseroan resmi menyelenggarakan Initial Public Offering (IPO) pada Jumat (27/1/2023).

"Kami jaga (pertumbuhan) di 25 persen," ujar Komisaris Jasa Berdikari Logistics Dimas Teguh Mulyanto seusai acara "Pencatatan Saham Perdana LAJU" di BEI, Jakarta, Jumat (27/1/2023).

Baca Juga

Dia menyampaikan, perusahaan akan fokus ke bisnis logistik, pergudangan, transportasi, serta Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) pada tahun ini. Dia menjelaskan, sebesar 23,7 persen dana hasil IPO akan disalurkan untuk pembelian unit armada guna meningkatkan operasional, yang mana perseroan memiliki 450 armada yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya area Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Hingga saat ini, dia menyebut perseroan mempunyai empat klien perusahaan besar, di antaranya PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA), PT Tirta Sukses Perkasa, dan SIRCLO Indonesia.

"Kami selalu mengikuti perkembangan klien, kalau klien perlu armada tambahan kami beli," kata Dimas.

Dalam IPO, Jasa Berdikari melepas sebanyak 700 juta lembar saham atau 32,56 persen ke masyarakat dari total modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan menetapkan harga penawaran Rp 100 per saham, sehingga perseroan mendapatkan Rp 70 miliar dari saham yang dilepas ke masyarakat.

Sisanya, 144 juta lembar saham atau 6,74 persen dimiliki oleh Marcia Maria, dan 1,3 miliar lembar saham atau 60,70 persen dimiliki oleh PT Ervin Niaga Abadi.

Dalam laporan keuangan yang tidak diaudit, Jasa Berdikari mencatatkan pendapatan sebesar Rp 147 miliar, atau tumbuh 26 persen secara yoy dengan capaian laba neto tahun berjalan sebesar Rp 12 miliar. Di samping itu, perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 50 persen pada 2022 dibandingkan dengan laporan keuangan audited tahun sebelumnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement