Kamis 29 Feb 2024 10:18 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Jelang Rilis Inflasi Domestik

IHSG dibuka menguat 3,57 poin atau 0,05 persen ke posisi 7.332,21.

Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja berada didekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis diprediksi bergerak menguat terbatas menjelang rilis inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia periode Februari 2024.

IHSG dibuka menguat 3,57 poin atau 0,05 persen ke posisi 7.332,21. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,74 poin atau 0,08 persen ke posisi 996,49.

Baca Juga

"IHSG berpeluang menguat terbatas di tengah capital inflow yang masih tercatat secara year to date (ytd)," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (01/03) akan melaporkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia periode Februari 2024, yang berpotensi naik di tengah lonjakan bahan pokok dan pangan.

Di sisi lain, groundbreaking tahap 5 di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan berlanjut pekan ini yang berlangsung pada Kamis (29/02) dan Jumat (01/03). Selain itu fokus pelaku pasar tertuju pada laporan keuangan tahun buku 2023 dan musim pembagian dividen.

Dari mancanegara, berdasarkan laporan dari Biro Analisis Ekonomi AS (BEA), PDB AS pada kuartal IV-2023 direvisi menjadi tumbuh 3,2 persen, dari sebelumnya pada perkiraan awal sebesar 3,3 persen.

Investor akan mengamati rilis data PCE AS, dimana konsensus memperkirakan inflasi PCE pada Januari 2024 turun menjadi 2,4 year on year (yoy) dan naik menjadi 0,3 persen month to month (mtm).

Selain data inflasi PCE, pelaku pasar juga akan memantau rilis data klaim pengangguran mingguan untuk pekan yang berakhir 24 Februari 2024, yang diperkirakan akan kembali naik menjadi 210.000, dari sebelumnya pada pekan yang berakhir 17 Februari lalu di angka 201.000 klaim.

Sementara itu, bursa Wall Street kompak ditutup melemah menjelang pembacaan inflasi belanja personal yang akan mempengaruhi kebijakan bank. indeks Dow Jones turun tipis 0,06 persen atau 23,39 poin ke 38.949,02. Indeks Nasdaq menyusut 0,55 persen atau 87,56 poin ke 15.947,74 dan indeks S&P 500 melandai 0,17 persen atau 8,42 persen ke 5.069,76.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 195,00 poin atau 0,50 persen ke 39.013,00, indeks Hang Seng menguat 24,91 poin atau 0,15 persen ke 16.561,76, indeks Shanghai melemah 22,56 poin atau 0,76 persen ke 2.980,41, dan indeks Straits Times melemah 0,24 poin atau 0,01 persen ke 3.138,769.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement