Kamis 20 Aug 2026 13:52 WIB

Menkeu: Pembatasan Subsidi BBM Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Pemerintah menyiapkan pembatasan agar penyaluran subsidi BBM lebih tepat sasaran.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Petugas melayani warga mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Jalan Bukit Keminting, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (7/5/2026). Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyebutkan, antrean pembelian BBM yang didominasi pertalite dan pertamax disejumlah SPBU di Palangka Raya yang terjadi beberapa hari terakhir tersebut akibat dari meningkatnya aktivitas konsumsi dalam waktu bersamaan dan Pertamina memastikan stok BBM di Palangka Raya tersedia.
Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Petugas melayani warga mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Jalan Bukit Keminting, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (7/5/2026). Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyebutkan, antrean pembelian BBM yang didominasi pertalite dan pertamax disejumlah SPBU di Palangka Raya yang terjadi beberapa hari terakhir tersebut akibat dari meningkatnya aktivitas konsumsi dalam waktu bersamaan dan Pertamina memastikan stok BBM di Palangka Raya tersedia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rencana pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk desil 10 dapat menghemat sekitar 10 persen dari anggaran subsidi energi.

Pembatasan itu dilakukan agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran, ujar dia. “Nggak, (subsidi BBM) enggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti, yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin akan coba nanti beberapa bulan ke depan yang desil 10 kita batasi dulu,” kata Purbaya usai menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga

Sebagaimana diketahui, pemerintah menganggarkan subsidi energi sebesar Rp 210,1 triliun, atau sekitar 65,87 persen dari total anggaran subsidi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 318,9 triliun. Sedangkan apabila digabung dengan kompensasi, maka anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah untuk ketahanan energi sebesar Rp 381,3 triliun.

“Nanti ada penghematan (anggaran), tapi kita masih hitung. Kira-kira ya sepersepuluhnya kalau saya nggak salah. Ambil flat-nya sepersepuluh,” katanya menambahkan.

sumber : Antara
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi