Kamis 11 Jun 2026 14:28 WIB

Dasco Yakin Rupiah Menguat, Masyarakat Diimbau tak Menimbun Dolar

Kepercayaan pasar yang meningkat disebut mulai berdampak pada penguatan rupiah.

Rep: Muhammad noor alfian choir/ Red: Gita Amanda
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap pemerintah. Menurutnya, berbagai langkah yang ditempuh pemerintah mulai menunjukkan hasil positif terhadap kondisi ekonomi nasional.

"Ya, saya pikir kepercayaan terhadap pemerintah juga semakin kuat sehingga hal itu berpengaruh terhadap pasar dan juga terhadap penguatan nilai tukar rupiah. Saya pikir kerja-kerja pemerintah akan terus dilakukan," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga

Dasco mengatakan pemerintah akan terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat fundamental pasar. Ia mengaku mendapat informasi bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah strategi khusus yang diyakini dapat semakin memperkuat nilai tukar rupiah dalam waktu dekat.

"Saya juga mendapatkan informasi dari pihak pemerintah bahwa dalam pekan ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang dari informasi yang saya terima akan membuat nilai tukar rupiah semakin menguat," katanya.

Oleh sebab itu, Dasco mengimbau masyarakat yang menyimpan dolar dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan kurs agar mempertimbangkan kembali langkah tersebut.

"Ya, mungkin bagi teman-teman sekalian yang saat ini menyimpan dolar karena berharap ada keuntungan, sebaiknya dolarnya dilepas. Karena kalau kemudian pekan depan nilai rupiah menguat, tentu akan merugikan jika tetap menyimpan dolar. Itu imbauan saya," katanya.

Berita Lainnya

Rekomendasi