REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Industri makanan hewan dan perguruan tinggi mengembangkan riset bersama untuk menguji nutrisi dan kesehatan hewan secara ilmiah. Penelitian akan mencakup uji palatabilitas, uji kecernaan, feeding trial, formulasi nutrisi, analisis laboratorium, hingga kajian klinis.
Riset tersebut dikembangkan PT Evo Continental Trade (EVOCAT), perusahaan yang mengembangkan merek Cat’s Favour, bersama Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara EVOCAT dan IPB University yang dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama bersama SKHB di Kampus IPB Dramaga, Bogor.
Program penelitian yang disiapkan juga mencakup analisis proksimat dan mikrobiologi. Kedua pihak akan menjajaki pembentukan Scientific Advisory Board yang melibatkan para ahli SKHB IPB untuk mendukung pengembangan pengetahuan dan produk nutrisi hewan kesayangan.
Direktur Utama PT Evo Continental Trade Hendra Gunawan mengatakan, pengembangan makanan hewan perlu didukung pengujian ilmiah. Kerja sama dengan SKHB IPB membuka akses terhadap kepakaran, laboratorium, dan fasilitas pendidikan kedokteran hewan.
“Makanan hewan yang baik harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, bukan hanya bagus di klaim kemasan. Kami ingin setiap produk yang kami bawa ke pasar, termasuk Cat’s Favour, melewati proses uji yang benar,” ujar Hendra dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
Kolaborasi industri dan kampus tersebut juga membuka ruang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Program yang disiapkan meliputi kuliah tamu, seminar industri, keterlibatan dosen praktisi, magang dan praktik kerja lapang, fasilitasi penelitian tugas akhir mahasiswa, pelatihan dan sertifikasi, hingga beasiswa prestasi.
Direktur PT Evo Continental Trade Raden Ari Priyadi mengatakan, program akan dijalankan secara bertahap sesuai prioritas dan kesiapan kedua pihak. Mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman mengenai penerapan ilmu veteriner dalam industri makanan hewan kesayangan.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga membuka ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat industri makanan hewan kesayangan dan penerapan ilmu veteriner di dunia industri,” ujar Raden Ari.
Ruang kerja sama turut mencakup kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program yang dapat dijalankan antara lain edukasi kesehatan hewan, pemeriksaan kesehatan, vaksinasi dan sterilisasi sesuai kesepakatan, serta pendampingan komunitas pencinta dan lembaga penyelamatan hewan.
Kedua pihak juga akan menyebarluaskan pengetahuan mengenai nutrisi dan kesehatan hewan kesayangan melalui webinar, talkshow, materi edukasi, serta diseminasi hasil penelitian. Sasaran edukasi mencakup dokter hewan, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat.
Kerja sama tersebut mempertemukan kapasitas penelitian perguruan tinggi dengan pengembangan produk di industri makanan hewan kesayangan. Hasil penelitian nantinya juga dapat menjadi materi pendidikan bagi mahasiswa serta sumber informasi mengenai nutrisi dan kesehatan hewan bagi masyarakat.