Selasa 29 Sep 2026 11:35 WIB

Rupiah Kembali Tembus Rp 18 Ribu, Begini Penjelasan BI

Rupiah cenderung mengalami tren pelemahan dalam sepekan terakhir.

Rep: Eva Rianti/ Red: Erik Purnama Putra
Nilai tukar rupiah kembali menembus level psikologisnya di angka Rp 18 ribu per dolar AS pada Selasa (29/9/2026).
Foto: Republika/Prayogi
Nilai tukar rupiah kembali menembus level psikologisnya di angka Rp 18 ribu per dolar AS pada Selasa (29/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali menembus level psikologisnya di angka Rp 18 ribu per dolar AS. Bank Indonesia (BI) menyampaikan ada berbagai faktor yang menyebabkan rupiah melemah, dan memastikan bakal melakukan upaya-upaya intervensi untuk menstabilkannya.

Dikutip dari Bloomberg pada Selasa (29/9/2026), terpantau sekitar pukul 11.20 WIB, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan sebesar 26 poin atau 0,14 persen menuju level Rp 18.004 per dolar AS. Rupiah cenderung mengalami tren pelemahan dalam sepekan terakhir. 

Baca Juga

"Pelemahan nilai tukar dipengaruhi oleh berlanjutnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal, sejalan dengan kenaikan harga minyak hingga di atas 108 dolar AS per barel di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangan resmi kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kondisi itu mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS lebih lanjut. Sehingga yield UST tenor 10 tahun kembali naik ke level 5,23 persen atau level tertinggi sejak 2007. Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan yield obligasi.

"Secara umum, pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan pelemahan terbatas secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,67 persen. Cadangan devisa tercatat meningkat ke level 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026," ucap Erwin.

Berita Lainnya

Rekomendasi