Rabu 20 May 2026 13:30 WIB

Industri Herbal Nasional Bidik Pasar Global

Industri berbasis bahan alami masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Satria K Yudha
Obat herbal (ilustrasi).
Foto: Dok. www.freepik.com
Obat herbal (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Industri produk herbal dan wellness nasional menunjukkan tren pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya permintaan produk berbasis bahan alami di pasar internasional. Pelaku usaha menilai peluang ekspansi global terbuka lebar selama produk mampu memenuhi standar mutu dan regulasi internasional.

Salah satu produk herbal asal Indonesia berhasil memperoleh izin edar Uni Eropa melalui Cosmetic Products Notification Portal (CPNP), yang menandakan produk telah memenuhi regulasi kosmetik kawasan tersebut. Capaian ini dinilai mencerminkan meningkatnya daya saing industri herbal nasional di pasar global.

Baca Juga

Founder & CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti, mengatakan capaian tersebut diperoleh melalui proses panjang yang mencakup penyesuaian legalitas, pemenuhan izin BPOM dan halal, penguatan distribusi, hingga edukasi ulang pasar terhadap identitas produk. “Banyak tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha herbal saat ini. Tidak hanya soal pasar, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas, memenuhi regulasi, membangun distribusi, serta terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Kami percaya proses itu harus dijalani secara bertahap dan konsisten,” kata Riva dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Produk tersebut juga terlibat sebagai delegasi Indonesia dalam forum World Intellectual Property Organization (WIPO) General Assembly 2025 di Jenewa, Swiss. Menurut Riva, keterlibatan itu memperkuat pemahaman mengenai pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual dalam pengembangan produk herbal berbasis inovasi.

"Ini memperkuat kesadaran pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual bagi karya dan inovasi anak bangsa,” ujarnya.

Ia menilai industri berbasis bahan alami masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, terutama di tengah meningkatnya minat konsumen global terhadap produk kesehatan alami dan berkelanjutan. “Kami akan terus memperluas manfaat produk herbal Indonesia sekaligus memperkuat posisi Sanga Sanga sebagai salah satu brand herbal nasional yang tumbuh kuat, terpercaya, dan siap melangkah ke pasar dunia,” kata Riva.

Founder PT Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto, menilai perkembangan industri herbal nasional membuka peluang bagi produk lokal untuk berkembang lebih luas selama kualitas dan kepercayaan konsumen tetap dijaga. “Indonesia memiliki kekayaan bahan alami dan budaya herbal yang sangat besar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana produk lokal bisa terus berkembang, dipercaya, dan mampu bersaing secara sehat di pasar yang semakin luas,” ujar Bambang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement