Rabu 18 Feb 2026 14:00 WIB

Bapanas Pantau Pasar Jakarta: Harga Bawang dan Daging Aman, Cabai Masih Tinggi

Pengawasan juga melibatkan aparat penegak hukum.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Satria K Yudha
Pedagang menata cabai dagangannya di Tebet Barat, Jakarta, Senin (9/2/2026). Menurut pedagang, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tersebut menjelang bulan suci Ramadan mengalami kenaikan. Di antaranya, harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram dan tomat menjadi Rp24.000 per kilogram, sementara harga bawang merah dan bawang putih belum mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, harga sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung, hingga buncis juga mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 hingga Rp2.000, yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.
Foto: Republika/Prayogi
Pedagang menata cabai dagangannya di Tebet Barat, Jakarta, Senin (9/2/2026). Menurut pedagang, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tersebut menjelang bulan suci Ramadan mengalami kenaikan. Di antaranya, harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram dan tomat menjadi Rp24.000 per kilogram, sementara harga bawang merah dan bawang putih belum mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, harga sayuran hijau seperti sawi, bayam, kangkung, hingga buncis juga mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 hingga Rp2.000, yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, memastikan harga bawang merah dan daging sapi masih berada dalam rentang Harga Acuan Pemerintah (HAP). Namun, cabai rawit merah tercatat masih berada di atas batas acuan. Kepastian itu disampaikan usai inspeksi di Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Kramat Jati, dan Pasar Minggu pada awal pekan ini.

Hasil pemantauan menunjukkan harga bawang merah berada di kisaran Rp35.000 per kilogram. Daging sapi terpantau Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp12.500 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga

“Secara prinsip yang harus kita pastikan adalah pasokan relatif bagus. Di Pasar Kramat Jati, pasokan cabai, bawang putih, dan bawang merah relatif bagus karena suplai harian masih ada,” kata Ketut, di Jakarta dikutip pada Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, distribusi harian ke pasar induk masih berjalan sehingga stok komoditas strategis tetap terjaga bertepatan dengan momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek dan menjelang puasa. Kondisi tersebut menjadi indikator stabilitas pasokan di tingkat pedagang.

Meski mayoritas komoditas terkendali, harga cabai rawit merah masih berada di atas HAP. Di Pasar Induk Kramat Jati, harga turun dari Rp90.000 per kilogram menjadi Rp80.000 per kilogram.

“Langkah stabilisasi dilakukan salah satunya melalui FDP (Fasilitasi Distribusi Pangan) yang kita harapkan bisa mengoreksi harga komoditas pangan yang kenaikannya signifikan,” ujar Ketut.

Pengawasan terpadu juga melibatkan aparat penegak hukum. Brigjen Zain Dwi Nugroho dari Satgas Pangan Polri menyampaikan koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memantau ketersediaan dan stabilitas harga.

“Kami dari Satgas Pangan Polri bersama Bapanas dan dinas terkait terus memonitor dan melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan stabilitas harga,” ujarnya.

Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mengintensifkan pengawasan pada momentum puasa dan Idulfitri. Pemerintah menegaskan tidak memberi ruang bagi praktik penimbunan maupun kenaikan harga yang tidak wajar.

“Sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional, tidak boleh ada penimbunan dan tidak boleh ada kenaikan harga yang tidak wajar. Jika kendalanya distribusi akibat hujan, kita carikan solusi melalui FDP,” kata Ketut.

Pemerintah terus memantau dinamika harga di pasar induk sebagai barometer pergerakan komoditas. Stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat menjelang HBKN.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement