REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum mendorong alokasi anggaran khusus sebesar Rp4,3 triliun untuk mendukung penanganan bencana dan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah. Kebutuhan anggaran tersebut muncul seiring meningkatnya kebutuhan tanggap darurat, termasuk di Sumatera.
Menteri PU Doddy Hanggodo mengatakan, kebutuhan itu telah dimasukkan dalam usulan anggaran kementerian senilai Rp74 triliun untuk periode empat tahun. “Kemarin hasil diskusi dengan Bappenas, memang pada saat kita mengajukan anggaran Rp74 triliun untuk empat tahun itu, itu memang termasuk kebutuhan tanggap darurat di tahun 2026 sebesar Rp4,3 triliun.” kata Doddy Hanggodo dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Jakarta, Rabu.
Doddy mengatakan, dalam pembahasan sebelumnya, Bappenas mengarahkan kebutuhan tanggap darurat sementara menggunakan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sehingga belum terdapat pos khusus di Kementerian PU. Doddy Hanggodo mengatakan, pembahasan mengenai kepastian alokasi tersebut masih berlangsung.
“Ini masih dalam tahap diskusi, nah kami belum dapat arahan lagi Rp4,3 triliun yang sudah kami anggarkan dan sebagian sudah jalan.” ucap Doddy.
Doddy mengatakan, kebutuhan penanganan darurat tidak dapat ditunda karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan percepatan pemulihan. “Saya berharap ada anggaran khusus yang Rp4,3 triliun ini,” kata Doddy.