REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan. Solihin memastikan anggotanya berkomitmen dalam memenuhi kebutuhan barang-barang pokok masyarakat.
"Hari ini saya membuat surat lagi sejak pagi, untuk mengimbau seluruh anggota tetap membuka usahanya yang mengingat masyarakat juga membutuhkan kebutuhan pokok," ujar Solihin saat dihubungi Republika di Jakarta, Ahad (30/8/2025).
Solihin mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap membeli barang sesuai kebutuhan. Solihin menyampaikan pembelian berlebihan akan merugikan bagi masyarakat lain yang juga membutuhkan.
"Kalau beli sesuai kebutuhan Kan besok kan toko-nya masih buka lagi. Jadi nggak usah terlalu beli barang sampai untuk sebulan karena takut terjadi apa-apa," ucap Solihin.
Solihin menyampaikan Aprindo juga mengimbau anggotanya untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan terkini. Solihin mengatakan imbauan tersebut telah disampaikan Aprindo agar ritel-ritel yang berada di area demonstrasi seperti kawasan Senen agar menutup toko lebih cepat.
"Untuk menghadapi situasi yang tidak memungkinkan dan tidak terkendali. Seperti yang terjadi kepasa salah satu anggota Aprindo di terminal TransJakarta, karena TransJakarta terminalnya terbakar, ya mau nggak mau yang ada di dalamnya juga ikut-ikutan (terbakar)," sambung Solihin.
Solihin berharap situasi di Indonesia akan semakin membaik menyusul pernyataan terbaru Presiden Prabowo Subianto dalam mendengarkan aspirasi masyarakat. Solihin berharap sikap Ketua Umum Partai Politik (Parpol) yang memberikan tindakan tegas kepada anggotanya bisa meredakan kemarahan masyarakat.
"Presiden tadi sudah mengumumkan, mudah-mudahan ini terus membawa membawa dampak yang positif ke depannya untuk kita semua," kata Solihin.