Selasa 17 Feb 2026 07:32 WIB

Ekspor Perikanan 2025 Tembus Rp105 Triliun, AS Jadi Tujuan Utama

KKP catat kenaikan 5,2 persen dan surplus perdagangan Rp94 triliun.

Sejumlah pekerja memanen udang vannamei di lokasi Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Senin (26/6/ 2023). Operasional tambak intesif BUBK Kebumen mengedepankan prinsip ekonomi biru yang ramah lingkungan dan diharapkan akan berkontribusi pada peningkatan produksi udang nasional, yang telah mencapai 1,09 juta ton dengan nilai ekspor USD 2,26 miliar pada tahun 2022.
Foto: ANTARA FOTO/Idhad Zaakaria
Sejumlah pekerja memanen udang vannamei di lokasi Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Senin (26/6/ 2023). Operasional tambak intesif BUBK Kebumen mengedepankan prinsip ekonomi biru yang ramah lingkungan dan diharapkan akan berkontribusi pada peningkatan produksi udang nasional, yang telah mencapai 1,09 juta ton dengan nilai ekspor USD 2,26 miliar pada tahun 2022.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 6,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp105,5 triliun (kurs Rp16.823 per dolar AS). Angka tersebut meningkat 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud menyampaikan, Amerika Serikat menjadi pasar utama dengan nilai ekspor sebesar 1,99 miliar dolar AS atau Rp33,5 triliun, setara 31,8 persen dari total ekspor.

Baca Juga

Di posisi kedua terdapat China dengan nilai 1,22 miliar dolar AS atau Rp20,5 triliun (19,5 persen). Selanjutnya negara-negara ASEAN sebesar 1 miliar dolar AS atau Rp16,8 triliun (16 persen), Jepang 613,65 juta dolar AS atau Rp10,3 triliun (9,8 persen), serta Uni Eropa 451,72 juta dolar AS atau Rp7,6 triliun (7,2 persen).

“Nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat 4,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Begitu juga ke ASEAN sebesar 16,7 persen, Jepang 2,5 persen, dan Uni Eropa 9 persen,” kata Machmud dalam keterangan di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Dari sisi komoditas, udang menjadi penyumbang terbesar dengan nilai ekspor 1,87 miliar dolar AS atau Rp31,5 triliun (29,8 persen dari total ekspor).

Disusul tuna-cakalang sebesar 1,04 miliar dolar AS atau Rp17,5 triliun (16,5 persen), cumi-sotong-gurita 889,73 juta dolar AS atau Rp14,9 triliun (14,2 persen), rajungan-kepiting 507,74 juta dolar AS atau Rp8,6 triliun (8,1 persen), serta rumput laut 315,62 juta dolar AS atau Rp5,3 triliun (5 persen).

Selain peningkatan ekspor, Machmud mengatakan KKP juga berhasil menekan impor produk perikanan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan neraca perdagangan produk perikanan sepanjang 2025 mencatat surplus 5,60 miliar dolar AS atau Rp94,2 triliun, naik 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami berkomitmen menjaga Indonesia tetap menjadi negara net exporter produk perikanan,” ujar Machmud.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement