REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — MIND ID memperkuat hilirisasi sebagai strategi transformasi ekonomi di daerah operasional melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diarahkan untuk membangun ekonomi lokal sekaligus menekan kemiskinan.
Hingga 2025, Grup MIND ID telah membina lebih dari 10.000 pelaku UMKM di berbagai wilayah operasi. Program tersebut menempatkan MIND ID sebagai salah satu BUMN yang aktif mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis penguatan kapasitas usaha.
Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan hilirisasi tidak semata proyek industri, melainkan strategi menyeluruh yang menghubungkan proses produksi dengan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat sekitar.
“Hilirisasi tidak boleh berhenti pada output industri. Ukurannya adalah seberapa jauh ia melahirkan pelaku usaha baru, memperkuat yang kecil, dan memperluas fondasi ekonomi nasional. Ketika 10.000 UMKM meningkat kapasitasnya, itu bukan sekadar program sosial, itu strategi ekonomi yang memperdalam struktur produktif kita,” kata Dany.
Ia memandang UMKM sebagai basis struktur ekonomi nasional. Akses pembiayaan, pendampingan, serta kepastian ekosistem usaha menjadi kunci peningkatan produktivitas dan penyerapan tenaga kerja. Program pembinaan MIND ID mencakup pelatihan kapasitas usaha, mentoring bisnis, fasilitasi promosi dan pameran, hingga dukungan akses permodalan. Skema tersebut dirancang mengikuti potensi ekonomi lokal agar usaha tumbuh berkelanjutan.
Di Sumatra Selatan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menghimpun lebih dari 30 ibu rumah tangga dari Desa Lingga, Keban Agung, dan Pasar Tanjung Enim dalam kelompok SIBA Rosella. Kelompok ini memproduksi minuman herbal teh rosella yang kaya vitamin C.
Sejak dibentuk pada 2019, SIBA Rosella memperoleh dukungan pendanaan, pelatihan, dan penguatan pemasaran. Produksi kini mencapai sekitar 100 kotak per hari dengan omzet berkisar Rp 5 juta hingga Rp 60 juta per bulan, bergantung pada permintaan pasar.
Perkembangan tersebut mendorong lahirnya usaha baru bernama SIBA Rajut yang beranggotakan 15 ibu rumah tangga dari desa sekitar wilayah operasi PTBA. Kelompok ini memperluas basis pemberdayaan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Dany menegaskan pengurangan kemiskinan menjadi titik awal dari strategi besar pemberdayaan yang dijalankan perseroan. “Mengurangi kemiskinan adalah baseline. Menaikkan kelas adalah strategi. Kami ingin masyarakat di wilayah operasional tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.
Melalui penguatan UMKM, hilirisasi MIND ID diarahkan menyentuh struktur ekonomi lokal hingga level rumah tangga. Transformasi tersebut diharapkan memperkokoh fondasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.