Rabu 02 Apr 2025 21:59 WIB

Ekonom: Pusat Hiburan Ramai Momen Perbaikan Ekonomi Setelah Idul Fitri

Belanja pemerintah menjadi sumber pendapatan bagi sektor swasta.

Wisatawan bermain air di Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (2/4/2025). Pantai yang merupakan salah satu destinasi wisata favorit tersebut ramai dikunjungi ribuan wisatawan dari dalam dan luar kota yang ingin menikmati suasana pantai saat libur Idul Fitri 1446 H.
Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
Wisatawan bermain air di Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (2/4/2025). Pantai yang merupakan salah satu destinasi wisata favorit tersebut ramai dikunjungi ribuan wisatawan dari dalam dan luar kota yang ingin menikmati suasana pantai saat libur Idul Fitri 1446 H.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengungkapkan bahwa momen perbaikan ekonomi setelah Idul Fitri 1446 Hijriyah sudah terlihat dari ramainya pusat-pusat hiburan masyarakat.

“Di momen Idul Fitri 1446 H, saya telah melihat adanya momen perbaikan ekonomi. Ini terlihat dari ramainya pusat-pusat hiburan masyarakat di berbagai daerah, seperti padatnya Taman Margasatwa Ragunan, Kepulauan Seribu dan banyak tempat lainnya se-Indonesia,” ujar Fakhrul dalam keterangan di Jakarta, Rabu (2/4/2025).

Baca Juga

Menurut dia, hal ini merupakan tanda-tanda yang baik untuk perekonomian Indonesia. “Dengan kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) 6,5 persen di awal tahun, serta kenaikan gaji guru dan terkendalinya harga pangan,” katanya.

Meski demikian, Fakhrul mencatat perlu dicermati terjadinya trading down atau fenomena pindahnya konsumen ke barang-barang yang lebih murah, yang terindikasi dari penjualan produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) nasional. Adapun ke depannya masih terdapat tantangan global dan domestik, seperti perang dagang dan masih berlangsungnya proses realokasi APBN.

“Diharapkan tercapainya realokasi APBN dan belanja negara di kuartal kedua 2025, akan bisa menjadi sumber energi pemulihan ekonomi,” kata Fakhrul.

photo
Kendaraan memadati jalur wisata Puncak di Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/4/2025). - (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Lebih lanjut dirinya menjelaskan belanja pemerintah menjadi sumber pendapatan bagi sektor swasta. Di tengah perlambatan ekonomi global, apabila pemerintah bisa berbelanja lebih banyak dan efisien, ini akan bisa membantu perekonomian kita dari gempuran kondisi global, dengan mengutamakan pemulihan ekonomi domestik.

Dirinya mengatakan arah terkait aktivitas pemerintah selanjutnya perlu diinformasikan secara intensif pada swasta. "Dengan demikian sinergi bisa terjadi lebih cepat yang berujung pada terciptanya lapangan kerja,” katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement