Selasa 14 May 2024 22:06 WIB

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2024

Sektor akomodasi dan restoran masih tumbuh tinggi sebesar 9,39 persen.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Lida Puspaningtyas
Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas gelar Mandiri Macro and Market Brief - Thriving Through Transition, Selasa (14/5/2024).
Foto: Bank Mandiri
Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas gelar Mandiri Macro and Market Brief - Thriving Through Transition, Selasa (14/5/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengungkapkan perkembangan sektoral pada kuartal In2024 menunjukan beberapa faktor menjadi pendorong pertumbuhan. Dia menuturkan. Penyelenggaraan Pemilu 2024, tren mobilitas masyarakat yang masih tinggi dan harga-harga komoditas relatif tinggi. 

“Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mencatatkan pertumbuhan tertinggi di tengah pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang bertepatan pada Februari 2024,” kata Andry dalam Mandiri Macro and Market Brief Thriving Through Transition 2024 secara daring, Selasa (14/5/2024).

Baca Juga

Dia menjelaskan, sektor tersebut tumbuh sebesar 18,9 persen secara tahunan pada kuartal I 2024. Angka tersebut lebih tinggi daripada rata-rata pertumbuhan sektoral yang sebesar 7,13 pesen secara tahunan. 

“Sektor akomodasi dan restoran masih tumbuh tinggi sebesar 9,39 persen dan hal yang sama terjadi di sektor pertambangan yang tumbuh 9,31 persen,” ucap Andry. 

Sementara itu, sektor pengolahan yang merupakan sektor dengan proporsi terbesar di ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,13 persen secara tahunan pada kuartal I 2024. Sektor industri manufaktur yang tumbuh tinggi adalah sektor yang terkait program hilirisasi dan yang berorientasi pasar domestik misalnya kimia, farmasi, makanan dan minuman). 

Sementara itu, sektor industri manufatur berorientasi ekspor mengalami tekanan seperti, produk tektil dan furniture. Secara umum, lanjut dia, harga-harga komoditas memang terkoreksi namun level harga yang terbentuk masih menguntungkan. 

“Strategi perusahaan di sektor komoditas seperti CPO, karet, batubara, dan nikel adalah melakukan efisiensi agar margin keuntungan tidak turun dan bertahan di tengah volatilitas harga yang tinggi,” ujar Andry. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement