Sabtu 04 May 2024 09:15 WIB

Nilai Transaksi Kripto Naik 200 Persen pada Maret

Salah satu alasannya ialah pada Maret lalu terjadi pemulihan harga Bitcoin.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Fuji Pratiwi
Iklan Bitcoin, salah satu cryptocurrency, ditampilkan di sebuah gedung di Hong Kong, pada 18 November 2021.
Foto: AP Photo/Kin Cheung
Iklan Bitcoin, salah satu cryptocurrency, ditampilkan di sebuah gedung di Hong Kong, pada 18 November 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat nilai transaksi kripto di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada Maret 2024. Angkanya mencapai Rp 103,58 triliun, melonjak 207,5 persen dibandingkan Februari 2024 (month-to-month) yang sebesar Rp 33,69 triliun.

Bersamaan dengan melonjaknya nilai transaksi, jumlah investor kripto di Indonesia juga mengalami peningkatan. Hingga Maret 2024, tercatat terdapat 19,75 juta investor kripto, bertambah sekitar 570.000 orang atau naik 2,97 persen dibandingkan Februari 2024 yang sebanyak 19,18 juta orang.

Baca Juga

CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, mengungkapkan, kenaikan nilai transaksi dan jumlah investor kripto di Indonesia didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kenaikan harga Bitcoin dan meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto.

"Salah satu alasan kuatnya kinerja pasar kripto pada bulan Maret lalu adalah pemulihan harga Bitcoin yang mencapai harga tertinggi baru sepanjang masa," kata Yudho melalui keterangan tulis pada Sabtu (4/5/2024).

BTC melonjak ke rekor tertinggi hampir 74 ribu dolar AS. Sementara itu, minat institusional terhadap ETF Bitcoin di Amerika Serikat masih tetap kuat, sehingga mendorong harga BTC dan meningkatkan minat masyarakat untuk masuk ke pasar dan investasi di kripto.

Selain itu, Yudho juga memperhatikan bahwa lonjakan harga aset kripto pada Maret lalu masih mencerminkan tingginya optimisme pasar terhadap kebijakan The Fed yang berencana menurunkan suku bunga tiga kali pada tahun ini, meskipun inflasi lebih tinggi. Risiko inflasi yang lebih tinggi pada gilirannya dapat mendorong permintaan terhadap penyimpanan nilai alternatif, seperti emas fisik dan Bitcoin.

Dari perspektif sektor kripto, segmen pasar dengan kinerja terbaik selama bulan Maret adalah memecoin yang meraih keuntungan tinggi. Meskipun token terkait memecoin terutama diperdagangkan untuk hiburan dan belum memiliki kasus penggunaan yang jelas, mereka masih dianggap sebagai investasi dengan risiko sangat tinggi. 

"Sepanjang bulan Maret lalu, memecoin berfungsi sebagai katalis pendorong utama pertumbuhan pasar kripto. Dalam 100 token teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, semua memecoin telah memperoleh keuntungan yang luar biasa, dengan proyek seperti $FLOKI dan $WIF memimpin, masing-masing tumbuh sebesar 298,71 persen dan 250,76 persen. Hal ini menarik investor yang didorong oleh antusiasme komunitas dan semangat spekulatif," jelas Yudho.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement