Ahad 03 May 2026 09:46 WIB

Beijing Perintahkan Perusahaan China Abaikan Sanksi AS dan Tetap Beli Minyak Iran

Instruksi Beijing diberikan kepada lima firma yang selama ini membeli minyak Iran.

Kapal tanker MT Tifani yang dicegat marinir AS terlihat berlabuh di terminal Pulau Kharg Iran pada 6 April 2026.
Foto: Airbus
Kapal tanker MT Tifani yang dicegat marinir AS terlihat berlabuh di terminal Pulau Kharg Iran pada 6 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah China tidak akan mematuhi sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap lima firma yang selama ini menjadi pembeli minyak Iran. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Perdagangan Iran pada Sabtu (2/5/2025), dikutip CNA.

China adalah konsumen utama minyak Iran, terutama melalui kilang-kilang independen yang mengandalkan minyak dengan harga diskon dari Iran. Saat ini, AS sedang mencoba untuk 'mencekik' pemasukan Teheran dari minyak melalui sanksi dan blokade maritim.

Baca Juga

Berdasarkan perintah Kementerian Perdagangan China, terkait dengan sanksi yang diumumkan AS sejak tahun lalu, menyatakan bahwa sanksi-sanksi AS, "harus tidak diakui, diimplementasikan, atau dipatuhi."

Sanksi-sanksi AS dinilai "secara tak tepat melarang dan membatasi perusahaan-perusahaan China untuk menjalani ekonomi, perdagangan dan aktivitas terkait secara normal dengan negara ketiga ... dan menyalahi hukum internasional dan norma-norma dasar dalam hubungan pemerintahan internasional," demikian keterangan resmi Kementeri Perdagangan China.

Perintah dari Kementerian Perdagangan China berlaku untuk perusahaan yang terletak di Provinsi Shandong - Shandong Jincheng Petrochemical Group, Shandong Shouguang Luqing Petrochemical dan Shandong Shengxing Chemical. Selain itu dua perusahaan yang ada di kawasan China lain yakni Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery dan Hebei Xinhai Chemical Group juga mendapat instruksi serupa.

 

sumber : Antara, Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement