Selasa 02 Apr 2024 07:18 WIB

Hutama Karya Targetkan Pembangunan Bendungan di Lombok Rampung Tahun Ini

Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 50 hektare ini dimulai pada akhir 2019 lalu.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda
Foto udara proyek pembangunan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, (ilustrasi)
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Foto udara proyek pembangunan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Hutama Karya (Persero) mendukung program ketahanan pangan dan meningkatkan pasokan air di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim menyampaikan perusahaan saat ini sedang menyelesaikan proyek Bendungan Meninting paket I di Kabupaten Lombok Barat, NTB, dengan progres secara keseluruhan mencapai 79,33 persen per 29 Maret 2024.

"Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 50 hektare ini telah dimulai pada akhir 2019 lalu dan ditargetkan selesai pada tahun ini," ujar Adjib dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/4/2024).

Baca Juga

Adjib memaparkan Hutama Karya saat ini telah menyelesaikan sejumlah pekerjaan seperti galian, grouting, groutcap, cof erdam dan jalan akses bendungan dengan menyisakan pengerjaan main dam, bangunan fasilitas, serta lanskap. Adjib mengatakan proyek senilai Rp 875,24 miliar ini berpotensi memberikan manfaat untuk mengairi daerah irigasi seluas 1.559,29 hektare, memenuhi kebutuhan air baku untuk Kabupaten Lombok Barat bagian Utara khususnya di wilayah Senggigi sebesar 150 liter per detik serta berpotensi sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) sebesar 2 x 0.4 megawatt.

"Keunikan Bendungan Meninting terletak pada posisi geografisnya dimana bagian sisi utaranya, terdapat perbukitan hijau, sementara di sisi Selatan berbatasan langsung dengan Kota Mataram," ucap Adjib. 

Menurut Adjib, hal ini menciptakan kombinasi pemandangan yang indah dan menjadikan Bendungan Meninting juga memiliki potensi pariwisata termasuk wisata air, agrowisata, dan bumi perkemahan. Adjib juga menyampaikan terdapat tantangan yang dihadapi dalam proyek ini yakni cuaca hujan yang menyebabkan kadar air pada material timbunan inti dan random menjadi meningkat sehingga tidak bisa dilakukan penimbunan. 

"Strategi penanganan yang dilakukan dengan difokuskan untuk menggunakan material batu selektif yang tidak dipengaruhi cuaca hujan," sambung Adjib. 

Selain itu, untuk meminimalisir dampak proyek terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, Adjib mengatakan Hutama Karya juga melakukan beberapa upaya mitigasi yakni dengan membuat kolam olakan lumpur untuk menampung sedimen hasil galian sehingga aliran air dari sungai ke hilir bendungan tidak keruh. Perusahaan, lanjut Adjib, juga melaksanakan perapihan dan penghijauan dengan media Geomat (material geosintetik untuk konservasi tanah) pada area galian bendungan yang terletak di atas ketinggian genangan.

PPK Bendungan Meninting, BWS NT 1, Lalu M. Asgar mengatakan pembangunan Bendungan Meninting ini dapat membantu pemerintah daerah dalam memitigasi persoalan kekeringan di Pulau Seribu Masjid tersebut.

"Kami berharap nantinya potensi air baku dapat dimaksimalkan serta kebutuhan irigasi pertanian bagi masyarakat dapat terpenuhi," kata Asgar.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement