Senin 01 Apr 2024 08:23 WIB

Jelang Libur Lebaran, Ini Prospek dan Rekomendasi Saham Pekan Ini

Dimas mengimbau para trader memerhatikan inflasi inti tahunan Indonesia.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pekerja berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani mengungkapkan sejumlah prospek dan rekomendasi saham pada pekan ini atau periode 1-5 April 2024 menjelang libur panjang Lebaran Idul Fitri 2024. Dimas mengimbau para trader memerhatikan inflasi inti tahunan Indonesia, persiapan libur panjang Hari Raya Idul Fitri, dan Non-Farm Payroll Amerika Serikat (AS) Maret 2024. 

“Tepat pada 1 April Indonesia akan merilis data inflasi inti tahunan untuk Maret 2024. Berdasarkan konsensusnya, inflasi inti tahunan Indonesia akan berada di level 1,7 persen,” kata Dimas dalam pernyataan tertulisnya, Senin (1/4/2024). 

Baca Juga

Pada bulan sebelumnya, dia menuturkan indikator tersebut berada pada level 1,68 persen. Meskipun secara konsensus mengalami peningkatan, angka tersebut menurutnya masih berada dalam rentang target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yakni inflasi tahunan 2024 sebesar dua plus minus satu persen. 

Terkait sentimen persiapan libur panjang Hari Raya Idul Fitri, Dimas menilai, fenomena tahunan ini akan berdampak pada pengeluaran masyarakat dan transaksi harian di bursa. “Pengeluaran masyarakat akan meningkat pada masa ini dan berpotensi memberikan katalis positif untuk emiten konsumer untuk kuartal II nanti, sedangkan transaksi di bursa akan berlaku sebaliknya,” jelas Dimas. 

Umumnya, kata dia, orang akan melakukan penarikan dana dari RDN-nya menjelang libur Lebaran. Lalu ditambah dengan persiapan mudik yang membuat transaksi harian bursa menurun pada masa ini.

Selanjutnya, terkait sentimen Non-Farm Payroll AS Maret 2024, pada Jumat akhir pekan ini akan rilis data ketenagakerjaan yang menggambarkan kondisi ekonomi di AS dan tingkat inflasi di sana. Berdasarkan konsensus NFP untuk bulan Maret atau penambahan tenaga kerja diprediksi akan mendapat tambahan tenaga kerja sebesar 200 ribu. 

Pada bulan sebelumnya, NFP tercatat tambahan tenaga kerja sebesar 275 ribu yang jauh berada di atas konsensusnya yang hanya sebesar 200 ribu. Hal tersebut menandakan kuatnya kondisi tenaga kerja di AS saat ini.

"Bagai pisau bermata dua, ketika data tenaga kerja menunjukkan hal yang positif dengan banyaknya tambahan tenaga kerja berimbas terhadap berputarnya roda ekonomi. Namun di sisi lain, jika hal ini tidak dapat dikendalikan dengan baik, bisa membuat tingkat inflasi semakin menjauh dari target yang ditetapkan oleh The Fed pada 2024 yakni dua persen,” ungkap Dimas.

Berkaca pada data-data ekonomi dan sentimen di atas, IPOT merekomendasikan tiga saham untuk trading pada pekan ini hingga 5 April 2024. Rekomendasi tersebut Buy on Breakout AMRT (Support: 2.500, Resistance: 3.300), Buy on Pullback INKP (Support: 9.100, Resistance: 10.000), dan Buy on Breakout GJTL (Support: 1.300, Resistance: 1.500). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement