Ahad 03 Mar 2024 23:27 WIB

InJourney Klaim F1 Powerboat Danau Toba 2024 Lebih Baik

Setelah seri Danau Toba 2024, kompetisi dilanjutkan dengan seri berikutnya di Vietnam

Pembalap dari tim Binh Dinh Vietnam Jonas Andersson memacu kecepatan saat mengikuti sesi Sprint Race 1 Kejuaraan Dunia Perahu Motor F1 Powerboat (F1H2O) 2024 di Danau Toba, Balige, Sumatera Utara, Sabtu (2/3/2024). Jonas Andersson berhasil menjadi juara pertama dengan meraih 10 poin disusul pembalap dari tim Stromoy Racing Bartek Marszalek dengan meraih 9 poin dan posisi ketiga diraih pembalap dari tim F1 Atlantic Team Ben Jelf dengan meraih 8 poin.
Foto: ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso
Pembalap dari tim Binh Dinh Vietnam Jonas Andersson memacu kecepatan saat mengikuti sesi Sprint Race 1 Kejuaraan Dunia Perahu Motor F1 Powerboat (F1H2O) 2024 di Danau Toba, Balige, Sumatera Utara, Sabtu (2/3/2024). Jonas Andersson berhasil menjadi juara pertama dengan meraih 10 poin disusul pembalap dari tim Stromoy Racing Bartek Marszalek dengan meraih 9 poin dan posisi ketiga diraih pembalap dari tim F1 Atlantic Team Ben Jelf dengan meraih 8 poin.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN TOBA -- PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mengeklaim penyelenggaraan F1 Powerboat Danau Toba 2024 lebih baik dibanding penyelenggaraan sebelumnya pada 2023.

 

Baca Juga

Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney Maya Watono mengatakan perlombaan tahun ini berjalan lancar dan tepat waktu sesuai jadwal yang ditetapkan.

 

 

"Kami sangat bangga karena kejuaraan tahun ini berjalan dengan lancar. Kalau tahun lalu 'kan ada beberapa kendala seperti cuaca," kata Maya dalam konferensi pers di Media Center F1 Powerboat Danau Toba 2024, Pelabuhan Mulia Raja Napitupulu, Balige Kabupaten Toba, Sumatera Utara, usai perlombaan, Ahad (3/3/2024).

 

Ia menjelaskan, dengan berkaca pada tahun lalu, InJourney bersama dengan H2O Racing bersepakat untuk mengganti jadwal perlombaan menjadi pagi hari.

 

"Kami belajar dari tahun lalu sehingga mengganti jadwal menjadi pagi hari karena kondisi ombak atau gelombang air lebih stabil," ujar dia.

 

Selain itu, lanjut Maya, optimalisasi kegiatan juga dilakukan sehingga penonton atau wisatawan yang datang tidak hanya menonton balapan jet air saja tetapi juga bisa menikmati kejuaraan nasional aquabike atau jetski dan kompetisi perahu dayung Solu Bolon.

 

Dengan penyelenggaraan side event itu, diharapkan wisatawan dan masyarakat bisa lebih terhibur sehingga akan berdampak baik untuk ekonomi.

 

Maya menambahkan, pada tahun lalu dampak ekonomi penyelenggaraan ajang internasional tersebut mencapai Rp1,6 triliun. Tahun ini, diharapkan dampaknya bisa meningkat minimal 10-20 persen.

 

Dia optimistis karena telah melihat langsung peningkatan jumlah penumpang di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII/Silangit dalam beberapa hari terakhir.

 

Selain itu, keterlibatan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dipusatkan di sekitar lokasi utama perlombaan membuat masyarakat memiliki banyak pilihan aktivitas selama penyelenggaraan lomba jet air tersebut.

 

Ia mengajak semua pihak khususnya masyarakat untuk membantu mempromosikan ajang otomotif itu sehingga minat wisatawan domestik dan mancanegara semakin tinggi untuk berlibur ke danau vulkanik terbesar di dunia itu.

 

Setelah seri Danau Toba 2024, kompetisi dilanjutkan dengan seri berikutnya di Vietnam.

Sementara itu, di Indonesia, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menjadi penggawa atau penyelenggara utama kegiatan yang setara dengan balapan jet darat atau Formula 1 (F1) itu.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement