Senin 19 Feb 2024 17:48 WIB

Presiden Ajak Nasabah PNM Disiplin Kembangkan Usaha

Presiden mengingatkan harga bersaing berdampak pada peningkatan penjualan produk.

Presiden Joko Widodo mengajak nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk pentingnya membangun karakter semangat kerja dan sikap disiplin dalam mengembangkan usaha. (ilustrasi)
Foto: Republika/Dessy Suciati Saputri
Presiden Joko Widodo mengajak nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk pentingnya membangun karakter semangat kerja dan sikap disiplin dalam mengembangkan usaha. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Presiden Joko Widodo mengajak nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk pentingnya membangun karakter semangat kerja dan sikap disiplin dalam mengembangkan usaha.

"Kalau kita sudah ngomong Senin ngangsur, Senin harus diangsur. Kalau kita mengatakan Jumat nyicil, Jumat harus sudah siap untuk nyicil. Ini kedisiplinan, kalau semangat kerja saya lihat saya nggak ragu-ragu yang ada di sini. Semangatnya saya lihat semangat betul-betul semangat kerja yang baik. Saya ingin sampaikan betapa semangat kerja itu penting," kata Presiden Joko Widodo.

Baca Juga

Ia mengatakan itu saat bersilaturahmi dengan nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) di Lapangan Mal Pelayanan Publik (MPP) Cilenggang Kota Tangerang Selatan, Senin (19/2/2024). Ia meyakini dengan terus membangun karakter semangat kerja dan sikap disiplin, para pemilik usaha dapat terus mengembangkan usahanya menjadi lebih baik.

"Yang paling penting membangun karakter tadi, semangat kerja, disiplin. Kalau ibu-ibu nanti naik tingkat masuk ke perbankan, ibu-ibu mau ngambil misalnya Rp 1 miliar sudah terbiasa disiplin, mau ngambil Rp 10 miliar sudah terbiasa semangat kerja dan disiplin yang baik. Itu akan dilihat," katanya,

 

Presiden juga mengapresiasi produk-produk usaha yang sangat bersaing di Kota Tangerang Selatan. Presiden mengingatkan bahwa harga yang bersaing, kualitas yang baik, dan pengiriman yang cepat juga sangat berpengaruh bagi peningkatan penjualan suatu produk.

"Persaingan yang ketat itu hanya bisa kita menangkan kalau kita memiliki harga yang baik. Tidak mahal, tapi juga tidak murah banget. Kalau murah banget bisa rugi kita, harganya yang paling penting kompetitif," katanya.

Lalu Presiden juga mengatakan dalam memproduksi apapun agar kualitas dinomor satukan karena sangat penting sekali. Sebab orang itu akan membandingkan produk satu dengan produk yang lain yang barangnya sama.

"Kalau harganya sama-sama Rp 10 ribu, orang-orang akan berpikir milih yang mana, pasti memilih yang kualitasnya lebih baik," katanya.

Sri Supeni salah satu nasabah Mekaar PNM Tangerang Selatan mengatakan saat ini menjalankan usaha pecel ayam di rumahnya dengan pendapatan bersih per hari Rp 200 ribu. Ia awalnya meminjam modal Rp 6 juta yang kemudian dibayarkan kredit dua minggu sekali Rp 175 ribu. "Kini usaha alhamdulillah terus meningkat dan bisa bermanfaat lebih banyak," kata Sri saat diajak berbincang Presiden Joko Widodo.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement