Senin 19 Feb 2024 17:44 WIB

OJK Kalbar Sasar Dua Daerah Kembangkan Ekosistem Keuangan Inklusif

EKI hadir dalam rangka percepatan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10)
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10)

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat (Kalbar) tengah menyiapkan dua daerah di provinsi itu yakni di Kota Pontianak dan Kubu Raya untuk mengembangkan Ekonomi Keuangan Inklusif (EKI) untuk 2024.

"Sebelumnya sudah satu daerah untuk pemeran program EKI di Kalbar yakni di Kota Singkawang, tepatnya Desa Wisata Belimbing. Tahun ini kita siapkan di dua daerah yakni Kota Pontianak dan Kubu Raya, " ujar Kepala OJK Kalbar Maulana Yasin di Pontianak, Senin (19/2/2024).

Baca Juga

Ia mengatakan untuk program EKI di Pontianak, tepatnya di Kampong Melayu Benua Melayu Laut (BML), Kelurahan BML Kecamatan Pontianak Selatan. BML pernah berhasil meraih Juara Harapan I Kategori Desa Wisata Rintisan pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Untuk di Kubu Raya menyasar Sungai Kakap.

Ia menjelaskan, program tersebut hadir dalam rangka percepatan inklusi dan literasi keuangan di tengah masyarakat. "Program EKI ini juga wujud dari sinergi dan kolaborasi antara OJK dengan pemerintah daerah serta para pihak termasuk industri keuangan, " kata Maulana.

Menurut dia, dalam program EKI dengan konsep pengembangan yang memadukan antara optimalisasi aspek desa wisata 3A yakni atraksi, aksesibilitas dan amenitas. Hal itu melalui kegiatan literasi keuangan, peningkatan kemampuan yang bersifat subjektif, keahlian yang bisa diukur, inklusi keuangan dan digitalisasi sistem pembayaran.

"Tujuan yang hendak dicapai melalui program ini tidak sekadar memberikan wajah baru dan nilai tambah kepada daya tarik desa tapi mendorong aktivitas ekonomi yang baru dan keberlanjutan pengelolaan desa wisata oleh beragam kelompok masyarakat di sekitar desa wisata," kata dia.

Terkait literasi dan inklusi keuangan, berdasarkan hasil survei terakhir pada 2022 tercatat indeks literasi keuangan Indonesia sebesar 49,68 persen dengan indeks inklusi keuangan sebesar 85,10 persen. Untuk provinsi Kalbar sendiri memiliki indeks literasi keuangan sebesar 51,95 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 84,16 persen, di mana hasil survei ini juga menggambarkan kondisi secara umum tingkat literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten dan Kota di Kalbar.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement