Senin 12 Feb 2024 18:47 WIB

Siapkan Capex Rp 7,16 Triliun, XL Axiata Investasi Pengembangan Jaringan

Hal ini untuk meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan pengguna.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Teknisi jaringan XL Axiata menaiki tower untuk memeriksa perangkat BTS 4G di Kecamatan Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (20/12/2022).
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Teknisi jaringan XL Axiata menaiki tower untuk memeriksa perangkat BTS 4G di Kecamatan Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (20/12/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memastikan XL Axiata terus melakukan upaya peningkatan kualitas jaringan sebagai penopang utama upaya meningkatan pengalaman pelanggan. Komitmen XL Axiata memperkuat jaringan tercermin dari pengalokasian belanja modal atau capex sebesar Rp 7,16 triliun. 

"XL Axiata akan terus melanjutkan inisiatif investasi pengembangan jaringan secara cermat untuk dapat terus meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik dan meningkatkan penggunaan jaringan yang terus tumbuh," kata Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini dalam pernyataan tertulisnya, Senin (12/2/2024). 

Baca Juga

Posisi keuangan XL Axiata sehat per akhir Desember 2023. Utang kotor tercatat di angka Rp 10,11 triliun, dengan utang bersih sebesar Rp 9,14 triluin dan rasio gearing net debt to EBITDA (termasuk finance lease) sebesar 2,84x.

Dian memastikan, XL Axiata tidak memiliki utang berdenominasi valuta asing. Sebesar 57 persen dari pinjaman yang ada memiliki suku bunga tetap dan 43 persen dari pinjaman memiliki suku bunga mengambang. 

 

"Free cash flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, dengan peningkatan sebesar 69 persen menjadi Rp 8,72 triliun," ujar Dian.

Kolaborasi XL Axiata-Link Net juga terus meningkat dalam upaya akselerasi layanan FMC. Dalam lima tahun ke depan, kedua pihak akan memperluas cakupan layanan hingga 8 juta home pass. 

Pada Juni dan Desember 2023, XL Axiata dan Link Net telah menandatangani kesepakatan kerja sama pembangunan dan pengoperasian jaringan sebanyak tiga juta homes passed. 

"Dengan penambahan infrastruktur ini, XL Axiata akan mendorong percepatan penetrasi konvergensi layanan XL SATU," ungkap Dian. 

Proses pembentukan XL Axiata sebagai ServeCo dan Link Net sebagai FiberCo juga terus berporgres dengan adanya kesepakatan pengambilalihan sekitar 750 ribu pelanggan residensial Link Net oleh XL Axiata. Pengambilalihan tersebut akan meningkatkan jumlah pelanggan fixed broadband XL Axiata menjadi sekitar satu juta yang akan menempatkan XL Axiata sebagai pemain kedua dalam pasar fixed broadband di Indonesia.

XL Axiata kini terus mengembangkan produk ke segmen korporat dan usaha kecil menengah (UKM). Pengembangan layanan ke kedua segmen tersebut juga diselaraskan dengan terus meningkatnya kebutuhan atas layanan Information and Communication Technology (ICT), Internet of Things (IoT), dan Big Data.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement