Sabtu 06 Jan 2024 22:40 WIB

Angkasa Pura I Gelar Simulasi Operasional Bandara Dhoho Kediri

Simulasi ini untuk mengukur tingkat layanan, kesiapan fasilitas, dan sistem bandara.

Petugas berjalan di kawasan Bandara Internasional Dhoho yang akan segera beroperasi di Kediri, Jawa Timur, Jumat (1/12/2023).
Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Petugas berjalan di kawasan Bandara Internasional Dhoho yang akan segera beroperasi di Kediri, Jawa Timur, Jumat (1/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- PT Angkasa Pura I melakukan simulasi operasional terminal penumpang Bandar Udara Dhoho Kediri menjelang dimulainya operasional bandara tersebut dalam waktu dekat.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Dhoho Kediri I Nyoman Noer Rohim mengemukakan, simulasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur Level of Service (Tingkat Pelayanan) dan kesiapan fasilitas serta sistem di bandara.

Baca Juga

"Kami harapkan doa dan dukungan masyarakat agar persiapan final ini dapat berjalan lancar. Sehingga ikon baru kebanggaan masyarakat Kabupaten Kediri ini dapat segera dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia," kata I Nyoman Noer Rohim dalam rilisnya, Sabtu (6/1/2024).

Ia mengungkapkan, simulasi ini melibatkan ratusan personel yang berperan sebagai seluruh pemangku kepentingan operasional penerbangan, mulai dari penumpang, petugas parkir, petugas aviation security, petugas customer service, petugas groundhandling.

Simulasi dimulai dari perjalanan penumpang dari Kabupaten Kediri dan Kota Kediri menuju terminal penumpang (percobaan transportasi darat). Lalu pemeriksaan bagasi pertama dan terakhir, alur kedatangan dan keberangkatan penumpang, alur barang di terminal, dan alur kendaraan di area sisi darat (landside).

Bandara Dhoho Kediri merupakan Bandara pertama di Indonesia yang dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), yang pembangunannya dilakukan oleh PT Gudang Garam melalui anak perusahaannya PT Surya Dhoho Investama. Bandara ini ditargetkan beroperasi pertengahan Januari.

Bandara ini memiliki landasan pacu 3.300 x 60 meter, apron commercial 548 x 141 meter, apron VIP 221 x 97 meter, empat taxiway atau jalur perpindahan pesawat yang membentang sepanjang 306 meter x 32 meter dan 438 meter x 32 meter, dan lahan parkir seluas 37.108 meter persegi.

Pada sisi darat, Bandara ini memiliki terminal penumpang seluas 18.224 meter persegi berkapasitas 1,5 juta penumpang per tahun. Bandara ini selain ke depan melayani penerbangan internasional, juga untuk haji dan umrah.

 

sumber : ANTARA

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement