Senin 11 Dec 2023 19:10 WIB

KITB Terima Kucuran Rp 3 Triliun dari PMA untuk Fase II

PMA senilai Rp 3 triliun untuk perjanjian penggunaan tanah industri 350 hektare

Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang/ Grand Batang City kian menunjukkan kesiapan dalam mendukung operasional tenant, awal tahun 2024 depan. Mulai dari infrastruktur jalan, penataan lingkungan, serta utilitas kawasan.Termasuk sumber air baku dari dua reservoir yang telah rampung dibangun serta water treatment plant (instalasi pengolahan air bersih/ WTP) guna mendukung kebutuhan tenant yang ada di KIT Batang.PT Kawasan IndustriTerpadu Batang (KITB) menyebut kesiapan infrastruktur, fasilitas pendukung dan utilitas kawasan ini menjadi kelebihan kawasan industri Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dibandingakan dengan kawasan industri lain, di lingkup nasional maupun Asia Tenggara.
Foto: Republika/ Bowo Pribadi
Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang/ Grand Batang City kian menunjukkan kesiapan dalam mendukung operasional tenant, awal tahun 2024 depan. Mulai dari infrastruktur jalan, penataan lingkungan, serta utilitas kawasan.Termasuk sumber air baku dari dua reservoir yang telah rampung dibangun serta water treatment plant (instalasi pengolahan air bersih/ WTP) guna mendukung kebutuhan tenant yang ada di KIT Batang.PT Kawasan IndustriTerpadu Batang (KITB) menyebut kesiapan infrastruktur, fasilitas pendukung dan utilitas kawasan ini menjadi kelebihan kawasan industri Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dibandingakan dengan kawasan industri lain, di lingkup nasional maupun Asia Tenggara.

REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA -- Holding BUMN Spesialis Transformasi dan Investasi Danareksa melalui PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Jawa Tengah menerima kucuran investasi Penanaman Modal Asing senilai Rp 2,5 triliun hingga Rp 3 triliun untuk perjanjian penggunaan tanah industri seluas hampir 350 hektare.

“Kalau di total mungkin Rp 2,5 triliun sampai Rp 3 triliun untuk tahap 2 yang sudah in line. Itu total dari 5 perusahaan tapi yang di pipeline sangat banyak,” kata Direktur Investasi Danareksa, Chris Soemijantoro saat Media Gathering di Lokananta, Surakarta, Jawa Tengah, Senin (11/12/2023).

Chris menyebutkan kelima investor tersebut akan menggunakan tanah industri di kawasan KITB fase 2 yang memiliki total lahan seluas 650 hektare. Investor tersebut diantaranya berasal dari China, yakni Wanxinda yang baru saja memulai ground breaking pada awal Desember 2023 dengan lahan seluas 98 hektare.

Wanxinda nantinya akan menjadi kawasan industri berupa penyediaan pabrik siap pakai untuk sejumlah perusahaan asal China. Namun penggunaan dan pengelolaannya dengan tetap mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh KITB.

Selain Wanxinda, juga terdapat perusahaan asal China bernama PT Xiang Jiang Group Indonesia dengan nilai investasi sekitar 40-50 juta dolar AS.

Mengenai jumlah lahan industri di fase 2 yang belum sepenuhnya laku terjual, Chris menegaskan bahwa Danareksa tidak hanya mengejar kuantitas namun kualitas yang dalam artian tidak akan menjadi pesaing bagi industri yang sudah terlebih dahulu berinvestasi di Indonesia.

“Kita menyeleksi siapa yang masuk harus membawa turunan. The value chain has to be there to make sure bahwa Indonesia mendapatkan yang terbaik jangan menjadi kanibal dari industri yang ada di sini,” ucapnya.

Adapun untuk kawasan industri KITB fase 1 terdapat 14 tenant yang didominasi perusahaan manufaktur akan mengisi lahan seluas 450 hektar dengan total investasi senilai Rp6,8 triliun dan proyeksi tenaga kerja sekitar 15.707 orang.

Dari 14 tenant tersebut, 6 perusahaan yakni manufaktur keramik RKI, manufaktur PVC Unipack Plasindo, industri alas kaki Yih Quan, manufaktur kaca KCC, manufaktur obat dan radiofarmasi Interskala Medika Solusindo, dan manufaktur peralatan kesehatan Jayamas Medica Industri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement