Selasa 05 Dec 2023 06:28 WIB

Meski Bisnisnya Untung, Spotify Tiga Kali Pangkas 1.500 Karyawan

Sahamnya yang terdaftar di AS melonjak sekitar 11 persen setelah PHK karyawan.

Rep: Novita Intan/ Red: Lida Puspaningtyas
Spotify Wrapped. Fitur Spotify Wrapped dirilis pada hari ini. Spotify membagikan cara untuk mengaksesnya.
Foto: Dok. Spotify Indonesia
Spotify Wrapped. Fitur Spotify Wrapped dirilis pada hari ini. Spotify membagikan cara untuk mengaksesnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Raksasa streaming musik Spotify akan memberhentikan sekitar 1.500 karyawan atau 17 persen dari tenaga kerjanya. Hal ini bertujuan untuk menurunkan biaya, setelah memecat 600 stafnya pada Januari, dan 200 lainnya pada Juni.

Seperti dilansir dari laman Reuters, Selasa (4/12/2023) sahamnya yang terdaftar di AS melonjak sekitar 11 persen dan diperdagangkan mendekati level tertinggi dua tahun 200,46 dolar AS pada awal perdagangan. Setelah serangkaian PHK pada awal tahun yang dilakukan perusahaan-perusahaan teknologi, beberapa perusahaan telah mulai mengurangi tenaga kerja mereka lagi, dengan pengumuman yang datang dari Amazon hingga LinkedIn milik Microsoft.

Baca Juga

Dalam sebuah surat kepada karyawannya, CEO Spotify Daniel Ek mengatakan perusahaannya mempekerjakan lebih banyak orang pada 2020 dan 2021 karena biaya modal yang lebih rendah dan meskipun output-nya meningkat, sebagian besar hal ini terkait dengan memiliki lebih banyak sumber daya. Spotify akan dikenakan biaya sekitar 130 juta euro hingga 145 juta euro pada kuartal keempat akibat PHK tersebut.

"Sebagian besar komponen tunai dari biaya tersebut akan dicatat pada kuartal fiskal pertama dan kedua 2024," kata perusahaan tersebut.

 

Perusahaan tersebut mengatakan pihaknya kini memperkirakan kerugian operasional pada kuartal keempat antara 93 juta euro dan 108 juta euro, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya mengenai laba operasional sebesar 37 juta euro.

Spotify menginvestasikan lebih dari satu miliar dolar AS untuk membangun bisnis podcastnya, merekrut selebritas seperti Kim Kardashian, Pangeran Harry, dan Meghan Markle serta memperluas kehadiran pasarnya di sebagian besar negara di dunia dalam upayanya menjangkau satu miliar pengguna pada 2030.

Pada kuartal ketiga, perusahaan ini memperoleh keuntungan, dibantu oleh kenaikan harga layanan streaming dan pertumbuhan pelanggan seluruh wilayah, dan perusahaan memperkirakan jumlah pendengar bulanannya akan mencapai 601 juta pada kuartal liburan.

Ek mengatakan saat itu perusahaannya masih fokus pada efisiensi untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan dari setiap dolar. Dia mengatakan pengurangan sebesar ini akan terasa besar mengingat laporan pendapatan positif dan kinerjanya baru-baru ini.

“Dari sebagian besar metrik, kami lebih produktif namun kurang efisien. Kami harus melakukan keduanya,” kata Ek.

Perusahaan akan mulai memberi tahu karyawan yang terkena dampak pada hari Senin. Karyawan akan mendapatkan uang pesangon, uang liburan, dan jaminan kesehatan sekitar lima bulan selama masa pesangon.

“Kami memperdebatkan pengurangan yang lebih kecil sepanjang 2024 dan 2025. Namun, mengingat kesenjangan antara tujuan finansial kami dan biaya operasional kami saat ini, saya memutuskan tindakan substansial untuk menyesuaikan biaya kami adalah pilihan terbaik untuk mencapai tujuan kami," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement