REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) sekaligus Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Armand Wahyudi Hartono menyampaikan respons terkait rencana peningkatan batas free float (jumlah saham yang dilepas ke publik) yang tengah diproses oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan self-regulatory organization (SRO).
“Secara kesiapan, biasanya kalau meningkatkan free float ini, masukan kami sebaiknya dilakukan step by step (setahap demi setahap),” ujar Armand saat diwawancarai di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Armand menilai pendekatan bertahap lebih masuk akal agar perusahaan tercatat (emiten) dapat menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar yang akan berubah.
“Jadi, itu lebih umum dipasarkan. Coba jualan dulu segini, nanti dilihat laku atau tidak. Kalau ternyata ada strategi khusus, itu memang harus dilakukan sesuai dengan permintaan pasar,” ujar Armand.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan tercatat, OJK, dan SRO dalam proses penyesuaian batas free float saham yang akan ditetapkan.
“Kalau kami sih, saya rasa ya harus bekerja sama tentu dengan bursa. Kalau misalnya naik dulu sedikit-sedikit, enggak apa-apa. Nanti kita menunggu peraturannya saja,” ujar Armand.