Kamis 19 Feb 2026 14:41 WIB

Ini Daftar Ikan Paling Banyak Dikonsumsi di Indonesia

Lele, nila, patin, hingga kembung mendominasi pilihan konsumen di sejumlah daerah.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Gita Amanda
Lele, nila, hingga kembung jadi ikan favorit di delapan kota besar. (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Lele, nila, hingga kembung jadi ikan favorit di delapan kota besar. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Machmud memaparkan hasil pemantauan preferensi konsumsi ikan di berbagai daerah. Data tersebut menunjukkan setiap wilayah memiliki jenis ikan favorit yang berbeda, menyesuaikan kebiasaan konsumsi dan ketersediaan pasokan.

Pemantauan dilakukan di delapan kota besar, yakni Medan, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Ambon. Pengambilan data dilakukan di pasar utama oleh dinas daerah dan penyuluh perikanan sebagai dasar pemantauan harga serta ketersediaan komoditas.

Baca Juga

“Data ini berbasis preferensi konsumen,” kata Machmud dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Di Medan, masyarakat banyak mengonsumsi cakalang, tongkol, nila, lele, kembung, teri kering, dan udang. Di Palembang, patin menjadi pilihan utama, disertai kembung dan udang. Di Jakarta, preferensi tinggi tercatat pada ikan kembung yang dipantau di Pasar Muara Baru dan Pasar Induk Kramat Jati.

Di wilayah lain, pola konsumsi juga bervariasi. Bandar Lampung dan Surabaya didominasi lele dan nila, dengan tambahan bandeng di Surabaya. Banjarmasin menunjukkan permintaan pada nila, patin, dan gabus. Di Makassar, bandeng menjadi komoditas utama, sedangkan Ambon didominasi ikan layang.

Machmud menyampaikan sejumlah komoditas air tawar seperti lele, nila, dan patin menjadi pilihan di hampir seluruh daerah karena ketersediaannya relatif merata.

Menurut dia, keragaman pilihan ikan didukung oleh kekayaan sumber daya perikanan nasional. Indonesia memiliki sekitar 8.500 jenis ikan, dengan lebih dari 100 jenis di antaranya umum dikonsumsi masyarakat.

Ia menambahkan, masyarakat dapat menyesuaikan pilihan dengan selera dan daya beli, mengingat variasi harga antarjenis ikan cukup lebar. “Oleh karena itu, masyarakat bisa memilih jenis ikan yang sesuai dengan selera dan kemampuan daya beli,” ujar Machmud.

KKP juga mencatat perkembangan harga di delapan kota tersebut relatif stabil dan cenderung menurun pada beberapa komoditas. Kondisi ini didukung oleh produksi dan stok yang masih mencukupi kebutuhan pasar.

Pasokan nasional berasal dari hasil tangkap dan budidaya yang masuk secara rutin ke pasar. Sementara itu, kelebihan produksi disimpan di fasilitas rantai dingin sebagai cadangan. Dengan preferensi yang beragam dan pasokan yang terjaga, KKP memastikan kebutuhan konsumsi ikan masyarakat tetap terpenuhi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement