Kamis 19 Feb 2026 14:11 WIB

Garuda Hibahkan Pesawat Manasik Haji di Aceh, Kembalikan Jejak Sejarah Seulawah

Manasik juga menyentuh aspek teknis perjalanan.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Satria K Yudha
Penyerahan mock-up pesawat kepada Asrama Haji Provinsi Aceh.
Foto: Ist
Penyerahan mock-up pesawat kepada Asrama Haji Provinsi Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Garuda Indonesia menghibahkan satu unit pesawat untuk fasilitas manasik haji di Asrama Haji Kelas I Aceh. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesiapan mental dan teknis calon jamaah melalui simulasi langsung suasana penerbangan haji.

Peresmian fasilitas tersebut dilakukan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Ahad (15/2/2026). Hibah ini menjadi sarana praktik agar manasik tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyentuh pengalaman teknis perjalanan udara.

Baca Juga

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, langkah ini menjawab persoalan klasik yaitu kecemasan jemaah, terutama lansia, saat pertama kali menghadapi perjalanan udara panjang. Dahnil menyampaikan, manasik tidak lagi berhenti pada teori rukun dan wajib haji, tetapi menyentuh aspek teknis perjalanan yang kerap menjadi sumber kekhawatiran.

“Pesawat ini kami hadirkan agar jemaah merasakan suasana penerbangan haji. Saat hari keberangkatan tiba, mereka lebih tenang dan siap,” ujar Dahnil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H Kairupan menegaskan peran Garuda sebagai mitra strategis negara dalam ekosistem haji nasional.Glenny mengatakan sinergi pemerintah pusat, maskapai, dan daerah kini bergerak lebih konkret mempersiapkan jamaah sejak dari embarkasi.

“Dengan fasilitas ini, manasik di Aceh menjadi lebih komprehensif. Jemaah tak hanya memahami teori, tetapi juga siap secara mental dan teknis menghadapi penerbangan haji yang sesungguhnya,” ucap Glenny.

Glenny mengatakan pesawat jenis Boeing 737 eks Citilink itu telah dirakit ulang dan disesuaikan menyerupai kabin aktif. Glenny menyampaikan calon jamaah kini dapat mempraktikkan langsung proses boarding, penempatan bagasi kabin, penggunaan sabuk pengaman, hingga memahami prosedur selama penerbangan jarak jauh ke Tanah Suci.

Menurut Glenny, penempatan pesawat di Aceh juga memiliki nilai historis karena daerah ini menjadi titik awal lahirnya Garuda Indonesia melalui pesawat legendaris Seulawah RI-001 yang didukung rakyat Aceh.

“Hibah ini menjadi penghormatan atas kontribusi tersebut, sekaligus mengembalikan jejak sejarah ke tanah asalnya,” kata Glenny.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement