Kamis 30 Nov 2023 09:19 WIB

Wow, Ternyata Indonesia Miliki 600 Varian Artisan Coklat yang Bisa Dikembangkan

Kemenperin dukung industri cokelat lokal lewat Kompetisi Internasional

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Hampers dari Pipiltin Cocoa, Gift JoyBox, coklat asli Indonesia dan minuman cokelat yang cocok dinikmati hangat.
Foto: Dok Pipiltin Cocoa
Hampers dari Pipiltin Cocoa, Gift JoyBox, coklat asli Indonesia dan minuman cokelat yang cocok dinikmati hangat.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meningkatkan promosi varian artisan cokelat Indonesia agar bisa dikenal dunia. Sebab, Indonesia memiliki sekitar 600 flavor atau varian artisan cokelat yang bisa dikembangkan.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin, Edy Sutopo, mengatakan ratusan varian cokelat itu merupakan potensi yang besar. Sehingga menurutnya, yang saat ini dibutuhkan pengusaha industri cokelat di Indonesia ialah bagaimana melakukan branding.

“Kita punya potensi, karena berdasarkan informasi dari pakar, Indonesia itu memiliki sekitar 600 varian. Sehingga ini bisa kita mainkan. Ketika ini jadi fokus pengembangan kita, nanti kita akan mendorong enterpreneur-entrepreneur, terutama generasi muda, yang memiliki inovasi, kita dorong,” kata Edy saat diskusi ‘mengenal manisnya cokelat lokal’ di Kota Bogor, Rabu (29/11/2023).

Menurut Edy, Indonesia sudah bisa memproduksi cokelat artisan yang tidak kalah mutunya dan lezatnya dengan produsen kakao di dunia, misalnya di Belgia. Salah satu contoh produk cokelat lokal di Indonesia ialah Pipiltin milik Irvan Helmy.

 

“Di samping itu masalah teknologi ini. Karena kalau kita tidak bisa mengembangkan teknologi promosi ketergantungan kita akan sangat tinggi terhadap negara asing. Dan tentunya kita tidak akan bisa masif,” ucapnya.

Selain dengan melakukan promosi, kata Edy, Kemenperin juga akan menggelar kompetisi cokelat internasional. Di mana dalam kompetisi itu, cokelat di Indonesia bisa diadu secara global.

“Ini tentunya mengasah kemampuan kita, akan meningkatkan keahlian kita. Kalau diadu akan terus memicu persaingan,” ujarnya.

Tak hanya kompetisi, ia menyebutkan, Kemenperin berencana akan menumbuhkan duta cokelat di Indonesia. Di mana para duta ini diharapkan bisa mengenalkan varian-varian cokelat yang beragam dari Indonesia.

“Kita harapkan ada duta cokelat. Ini kita harapkan dari duta-duta cokelat ini berasal dari pejabat atau selebriti,” kata Edy.

Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO), Arief Susanto, memaparkan pertumbuhan permintaan cokelat di dunia meningkat 3,5-4,5 persen setiap tahun. Menurutnya, ini menjadi peluang bisnis yang bagus bagi industri coeklat di Indonesia.

“Ini seharusnya menjadi salah satu bagaimana produksi kakao di Indonesia semakin meningkat, kemudian ada permintaan pasar, yang spesifik, suistanablity, preserbility, mestinya kita anggap peluang untuk bisa memenuhi permintaan global dunia,” ucapnya.

Ia pun berharap, sektor kakao bisa jadi salah satu program prioritas pemerintah. Salah satunya dengan kerja sama antara sektor swasta dan pemerintah sendiri.

“Intinya kami berharap sektor cacao bisa berharap bahwa cacao ini bisa menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Katena dukungan pemerintah sangat penting, bersama kami dari sektor swasta sehingga bisa bekerja bersama-sama,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement