Rabu 29 Nov 2023 19:00 WIB

Chalie Munger dan Warren Buffet, Dua Ikon Investasi yang Saling Melengkapi

Di Berkshire, Munger dan Buffet tak terpisahkan dan tak pernah bertengkar.

CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett.
Foto: Reuters / Carlo Allegri
CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dua sosok penting Berkshire Hathaway Inc, Charlie Munger dan Warren Buffett, memang berbeda dalam berbagai hal. Namun, keduanya saling melengkapi. Kepergian Munger di usai 99 tahun di California pada Selasa (28/11/2023) membuat Buffer kehilangan orang kepercayannya.

Dilansir Reuters, Rabu (29/11/2033), Munger dan Buffet berbeda secara politik. Munger adalah seorang Republikan dan Buffett adalah seorang Demokrat. Mereka juga berbeda dalam kepentingan pribadi. Misalnya, Munger memiliki ketertarikan pada arsitektur, merancang bangunan seperti usulan tempat tinggal besar untuk Universitas California, Santa Barbara, yang dikenal sebagai "Dormzilla", sedangkan Buffett mengaku tidak mengetahui warna wallpaper kamar tidurnya.

Baca Juga

Namun, di Berkshire, kedua pria itu menjadi tidak terpisahkan, saling menyelesaikan ide dan menurut Buffett tidak pernah bertengkar. Memang benar, ketika Munger dan Buffett mengajukan pertanyaan kepada pemegang saham selama lima jam pada pertemuan tahunan Berkshire, Munger secara rutin memberikan jawaban datar setelah Buffett menyelesaikan jawabannya: "Saya tidak punya apa-apa untuk ditambahkan." Lebih sering, dia melakukannya, sehingga menimbulkan tepuk tangan, tawa, atau keduanya.

"Saya sedikit kurang optimistis dibandingkan Warren," kata Munger pada pertemuan tahunan 2023, yang memicu tawa setelah Buffett mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan Amerika. "Saya pikir jalan terbaik menuju kebahagiaan manusia adalah dengan mengurangi harapan," kata Munger menambahkan.

 

Seperti Buffett, Munger adalah penggemar ekonom terkenal Benjamin Graham. Namun Buffett memuji Munger karena mendorongnya untuk fokus di Berkshire dalam membeli saham perusahaan-perusahaan bagus dengan harga pantas, daripada perusahaan bagus dengan harga bagus.

"Charlie mendorong saya untuk tidak hanya membeli barang murah, seperti yang diajarkan Ben Graham kepada saya," kata Buffett. "Itu adalah kekuatan pikiran Charlie. Dia memperluas wawasan saya."

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement