Senin 20 Nov 2023 09:17 WIB

PLN Siapkan Infrastruktur Pendukung Ekosistem Kendaraan Listrik di IKN

Seluruh mobilitas di IKN akan menggunakan moda transportasi ramah lingkungan.

Petugas PLN melakukan inspeksi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
Foto: PLN
Petugas PLN melakukan inspeksi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) berkomitmen membangun kelistrikan berbasis energi hijau dan infrastruktur pendukung ekosistem kendaraan listrik di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hal tersebut sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin membuat IKN menjadi green city.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Senin mengatakan PLN mendukung keseriusan pemerintah untuk membangun IKN Nusantara dengan konsep kota hutan atau forest city yang pintar, hijau, indah, dan ramah lingkungan. Seluruh mobilitas di IKN, kata dia akan menggunakan moda transportasi ramah lingkungan berbasis listrik.

Baca Juga

"Komitmen PLN menghadirkan listrik yang tidak hanya handal untuk ibu kota baru, tetapi juga bersih sejalan dengan target net zero emission 2060 dalam rangka memanfaatkan potensi energi bersih di Indonesia demi kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya," kata Darmawan.

PLN berencana membangun sekurangnya 19 tambahan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN pada 2024. PLN juga memastikan SPKLU tersedia di kota-kota penyangga IKN seperti di Balikpapan dan Samarinda. Saat ini, telah terdapat sembilan SPKLU tersebar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Jumlah tersebut akan bertambah 31 unit pada 2024.

Tidak hanya SPKLU, PLN juga akan menyiapkan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) maupun stasiun pengisian listrik umum (SPLU) di IKN dan kota sekitar IKN. Secara nasional hingga Oktober 2023, PLN telah menyediakan 622 unit SPKLU, 1.839 unit SPBKLU, dan 9.139 unit SPLU.

"Karena IKN ini akan menjadi kota yang futuristik, di mana semua moda transportasi yang digunakan harus ramah lingkungan maka kami siap mendukung kebutuhan infrastruktur untuk pengisian daya kendaraan listrik," ujar Darmawan.

Selanjutnya, kata dia, kelistrikan di IKN Nusantara juga akan didukung oleh pembangkit listrik dari sumber energi baru dan terbarukan, yaitu pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 50 megawatt (MW) yang telah di-groundbreaking oleh Presiden Jokowi awal November 2023 lalu. Tidak hanya energi surya, nantinya PLN akan mengembangkan potensi hidro di sekitar IKN.

"Kami juga akan melakukan pemetaan dan pemanfaatan hidro di sekitar IKN dengan potensi listrik yang dihasilkan sebesar 1.000 MW sehingga sistem kelistrikan IKN Nusantara akan berasal dari energi baru dan terbarukan 100 persen," ucap Darmawan.

Diketahui, Presiden Jokowi saat mengisi kuliah umum di Kampus Universitas Georgetown, Washinton DC, AS menegaskan bahwa IKN nantinya akan berkonsep serba hijau. Presiden meminta penghuni IKN nantinya 100 persen wajib menggunakan kendaraan listrik.

"Delapan puluh persen akan menggunakan transportasi publik kendaraan listrik dan penghuninya 100 persen harus menggunakan kendaraan listrik sehingga nanti akan menjadi kota yang betul-betul hijau yang layak untuk dihuni bersama-sama," ujar Presiden.

Pembangkit listrik di IKN juga dirancang ramah lingkungan dengan menggunakan energi hijau. Presiden Jokowi merinci pembangkit energi di IKN akan menggunakan sumber energi solar atau panas bumi dan juga hydropower atau sumber daya air.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement