Rabu 01 Nov 2023 21:38 WIB

Penumpang Kereta Naik, Angkutan Barangnya Malah Turun

Jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 6,49 persen.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Rangkaian kereta api (ilustrasi).
Foto: Antara/Siswowidodo
Rangkaian kereta api (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada September 2023 sebanyak 31,5 juta orang. Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan angka tersebut meningkat 0,62 persen dibanding Agustus 2023.

Berbeda dengan jumlah penumpang, Pudji menyebut jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 6,49 persen. "Jumlah angkutan barang menjadi 5,5 juta ton," kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/11/2023).

Baca Juga

Selama Januari–September 2023, Pudji menyebut jumlah penumpang kereta api mencapai 270 juta orang. Angka tersebut naik 40,06 persen dibanding periode yang sama tahun 2022.

"Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api juga mengalami kenaikan yaitu 9,96 persen menjadi 49,7 juta ton (pada periode Januari-September)," jelas Pudji.

Dia menambahkan, jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatra yang berangkat pada September 2023 sebanyak 31,5 juta orang. Angka tersebut naik 0,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek yang merupakan penumpang kereta rel listrik (KRL) atau commuter yaitu sebanyak 25,1 juta orang. Angka tersebut merupakan 79,58 persen dari total penumpang kereta api.

Peningkatan jumlah penumpang terjadi di wilayah Jabodetabek dan Jawa non Jabodetabek. "Masing-masing naik 0,41 persen dan 3,85 persen namun sebaliknya wilayah Sumatra mengalami penurunan sebesar 22,38 persen," ungkap Pudji.

Sementara itu, sebagian besar barang yang diangkut tercatat di wilayah Sumatra sebanyak 4,4 juta ton. Angka tersebut sebesar 80,40 persen dari total barang yang diangkut dengan kereta api.

Penurunan jumlah barang terjadi di semua wilayah Jawa non Jabodetabek dan Sumatra yang masing-masing sebesar 0,55 persen dan 7,84 persen. Selama periode Januari–September 2023, jumlah barang yang diangkut kereta api mencapai 49,7 juta ton atau naik 9,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2022.

"Peningkatan angkutan barang terjadi di wilayah Sumatra sebesar 13,39 persen, sebaliknya terjadi penurunan di wilayah Jawa non Jabodetabek sebesar 3,58 persen," ucap Pudji.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement