Rabu 01 Nov 2023 14:26 WIB

Kabut Asap Tunda Penerbangan, Jumlah Penumpang Angkutan Udara Turun

Bulan September juga merupakan periode low season sehingga jumlah penumpang sedikit.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Sejumlah calon jamaah umroh berada di ruang tunggu keberangkatan, Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (2/10/2023). Jumlah penumpang udara pada September turun.
Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah calon jamaah umroh berada di ruang tunggu keberangkatan, Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (2/10/2023). Jumlah penumpang udara pada September turun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan udara dan angkutan laut dalam negeri pada September 2023 mengalami penurunan masing-masing 3,90 persen dan 4,91 persen dibanding bulan sebelumnya. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan penurunan jumlah penumpang transportasi udara dan pelayaran dalam negeri terdampak akibat fenomena kabut asap dan kebakaran hutan di beberapa daerah.

"Adanya fenomena kabut asap akibat kebakaran hutan di beberapa daerah berdampak pada penundaan dan pembatalan penerbangan sehingga berpengaruh terhadap penumpang angkutan udara," ujarnya dalam acara Rilis Berita Statistik di Jakarta, Rabu (1/11/2023)

Baca Juga

Pudji menjelaskan faktor lain penyebab menurunnya jumlah penumpang domestik angkutan udara dan laut pada September 2023 adalah masuknya periode low season atau bukan musimnya orang berlibur. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada September 2023 sebanyak 5,0 juta orang atau turun 3,90 persen dibanding kondisi pada Agustus 2023. Sedangkan, jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 3,74 persen menjadi 1,4 juta orang.

Selama Januari-September 2023, jumlah penumpang domestik sebanyak 46,6 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 11,4 juta orang, masing-masing naik sebesar 22,27 persen dan 177,56 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2022.

 

Pada moda angkutan laut, jumlah penumpang tercatat sebanyak 1,6 juta orang atau turun 4,91 persen dibanding Agustus 2023. Jumlah barang yang diangkut turun 0,40 persen menjadi 30,3 juta ton.

Selama Januari-September 2023, jumlah penumpang mencapai 14,8 juta orang atau naik 12,06 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2022, sementara jumlah barang yang diangkut naik 9,54 persen atau mencapai 261,0 juta ton.

Sementara itu, jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada September 2023 sebanyak 31,5 juta orang atau naik 0,62 persen dibanding Agustus 2023.

"Peningkatan angkutan kereta api didorong oleh peningkatan penumpang jarak jauh, seperti kereta api di Jawa karena adanya libur Maulid Nabi pada September," kata Pudji.

Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 6,49 persen menjadi 5,5 juta ton. Selama Januari-September 2023, jumlah penumpang mencapai 270 juta orang atau naik 40,06 persen dibanding periode yang sama tahun 2022.

Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api juga mengalami kenaikan, yaitu 9,96 persen menjadi 49,7 juta ton.

 

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement