Ahad 29 Oct 2023 15:58 WIB

Masyarakat Makin Sering Nonton, Pendapatan Cinema XXI Meningkat

Pendapatan tiket bioskop berkontribusi hingga 60 persen dari total pendapatan.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Jejaring bioskop nasional PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) konsisten membukukan kinerja solid hingga akhir September 2023.
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Jejaring bioskop nasional PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) konsisten membukukan kinerja solid hingga akhir September 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jejaring bioskop nasional PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) konsisten membukukan kinerja solid hingga akhir September 2023. Pendapatan meningkat 15,5 persen year on year (yoy) menjadi Rp 3,8 triliun dengan EBITDA Rp 1,1 triliun dan laba bersih Rp 420 miliar.

Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan tiket bioskop yang berkontribusi hingga 60,0 persen dari keseluruhan pendapatan, diikuti oleh pendapatan dari lini usaha produk makanan dan minuman 35,7 persen, iklan 1,7 persen, dan digital platform 2,1 persen. 

Baca Juga

Direktur Utama Cinema XXI Hans Gunadi mengatakan pendapatan tiket bioskop yang mendominasi pendapatan perseroan ditopang oleh jumlah penonton yang mengalami kenaikan 15,9 persen dari 51,0 juta penonton pada periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2022 menjadi 59,1 juta penonton pada periode yang sama di 2023. 

"Jika melihat lebih detail, jumlah penonton Cinema XXI sebesar 22,3 juta penonton pada kuartal III 2023, meningkat dari 20,8 juta penonton pada kuartal III 2022. Kenaikan ini menghasilkan Gross Box Office (GBO) senilai Rp 2,5 triliun hingga September tahun ini" jelas Hans, melalui siaran pers Jumat (27/10/2023).

 

Hans juga mengatakan Cinema XXI berkomitmen untuk selalu memberikan pengalaman dan kenyamanan menonton film dengan kualitas terbaik, tanpa kompromi dan harga terjangkau untuk masyarakat Indonesia. Komitmen dan konsitensi tersebut berbuah manis dengan meningkatnya jumlah penonton yang memilih Cinema XXI untuk menikmati film-film favoritnya.

Direktur Cinema XXI Arif Suherman, menambahkan, peningkatan jumlah penonton juga tercermin dari pendapatan lini usaha produk makanan dan minuman yang tumbuh 30,1 persen pada periode hingga akhir September 2023 menjadi Rp 1,36 triliun dari Rp 1,05 triliun pada periode yang sama tahun lalu. 

"Peningkatan ini juga terefleksi dari peningkatan pendapatan lini usaha produk makanan dan minuman dibandingkan pendapatan GBO dari 50,0 persen per 30 September 2022 menjadi 58,9 persen pada periode yang sama tahun ini," kata Arif. 

Cinema XXI secara konsisten melakukan ekspansi untuk kedua lini bisnis utama, yakni bioskop dan produk makanan dan minuman. Dari sisi bioskop, Cinema XXI membuka lokasi bioskop baru untuk memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menonton film-film favorit mereka. Hingga 30 September 2023, Cinema XXI telah membuka 10 lokasi baru dengan tambahan 45 layar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement