Jumat 27 Oct 2023 22:56 WIB

Tambah Bantuan Pangan, Badan Pangan dan Bulog Siapkan 800 Ribu Ton Beras

Stok untuk Januari sampai Maret 2024 berkisar lebih dari 600 ribu ton.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi.
Foto: Dok.Republika
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menyatakan siap menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk memperpanjang bantuan pangan beras tahap kedua yang awalnya tiga bulan dari September hingga November, diperpanjang hingga Desember 2023. Penambahan periode bantuan ini dilakukan pemerintah agar semakin dapat membantu masyarakat yang membutuhkan untuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap sektor pangan dan mengendalikan inflasi. 

“Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo agar bantuan pangan beras tahap kedua terus dilanjutkan sampai Desember, tentu kita secara sigap akan mempersiapkannya. Perpanjangan waktu salur bantuan ini diperlukan untuk terus menjaga stabilitas harga beras. Terlebih El Nino sejak September sampai sekarang impact-nya bisa dua bulan kemudian dan dirasakan oleh masyarakat, terutama masyarakat berpendapatan rendah,” ujar Arief dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (27/10/2023).

Baca Juga

Arief menyampaikan, terkait rencana melanjutkan bantuan pangan beras sampai Maret 2024, pihaknya juga tengah mempersiapkan pasokan bersama kementerian dan lembaga terkait serta Bulog. Dia menjelaskan, jumlah stok yang dibutuhkan Bulog dalam melakukan stabilisasi dan membantu masyarakat yang membutuhkan dalam perpanjangan bantuan pangan beras pada Desember ini sekitar 200 ribu ton. Lalu, stok untuk Januari sampai Maret 2024 berkisar lebih dari 600 ribu ton.

"Tentunya ini memerlukan dukungan anggaran dari Kementerian Keuangan dan juga persetujuan Presiden seperti yang sudah disampaikan dalam beberapa kesempatan saat peninjauan penyaluran bantuan pangan di Padang, Palembang, dan Lampung dalam beberapa hari terakhir," ujar Arief. 

Total penerima bantuan pangan beras telah dilakukan pengakurasian data KPM oleh Kementerian Sosial sehingga total jumlah penerima menjadi 20,66 juta. “KPM saat ini telah ada koreksi menjadi 20,66 juta. Ini terus kita pertajam keakuratan datanya, sehingga bantuan pangan beras pangan semakin tepat sasaran. Apabila ada KPM tidak sesuai dengan data, maka dapat dilakukan penggantian oleh pemerintah desa/kelurahan,” sebut Arief.

Realisasi bantuan pangan beras tahap kedua yang telah diluncurkan sejak 11 September sampai 24 Oktober telah mencapai 65,82 persen atau 407 juta kg. Adapun target penyalurannya sampai November adalah 618 juta kg.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement