Jumat 13 Oct 2023 20:16 WIB

Sektor Pertanian Indramayu Tetap Produktif di Musim Kemarau

Hanya sekitar lima persen persawahan di Indramayu yang terdampak kekeringan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan panen raya padi di Desa Karanglayung dan Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jumat (13/10/2023).
Foto: Dok Humas Kementan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan panen raya padi di Desa Karanglayung dan Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jumat (13/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Sektor pertanian di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tetap produktif dan tidak begitu terganggu dengan efek kekeringan yang disebabkan musim kemarau panjang.

"Di Indramayu hanya sedikit yang terimbas, kurang lebih hanya lima persen (lahan pertanian)," kata Bupati Indramayu Nina Agustina seusai mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau panen di Indramayu, Jumat (13/10/2023).

Baca Juga

Ia menjelaskan hasil tinjauan yang dilakukan Presiden Jokowi di areal sawah Desa Karanglayung, Indramayu, menunjukkan bahwa produksi padi masih dalam kondisi aman. Angka produktivitas sawah di daerah itu mencapai 8,6 ton gabah untuk setiap 1 hektare lahan dalam panen padi kali ini.

"Produksi padi meningkat di tengah El Nino. Harga gabah juga bagus dan penghasilannya (petani) juga," ujarnya.

 

Nina menyebutkan selama sepekan ke depan, sejumlah lahan sawah di Kabupaten Indramayu juga akan melaksanakan panen raya.

Hal itu menjadi kabar positif, karena menurut Nina, Kabupaten Indramayu sudah berhasil menjaga lahan sawah tetap produktif di tengah musim kemarau. "Saat ini semuanya sedang berturut-turut, sampai minggu depan masih ada beberapa panen," katanya.

Ia menilai kunjungan Presiden Jokowi ke daerahnya telah memantik semangat petani dan Pemda Indramayu untuk terus meningkatkan produktivitas padi dalam rangka menjaga ketahanan di tingkat lokal hingga nasional.

"Dengan kehadiran Bapak Presiden pastinya buat penyemangat kita semua, terutama petani karena kemarau ini panjang akibat El Nino," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan produksi padi di Indramayu masih berjalan optimal berkat terawatnya saluran irigasi. Jokowi  mengemukakan bahwa kenaikan harga gabah kali ini turut memicu semangat petani di Indramayu karena pendapatan mereka cenderung meningkat.

"Di Indramayu saya kira ini irigasi teknisnya masih sangat bagus. Tadi saya tanyakan ke petani, satu hektare bisa 8-9 ton. Rata-rata 8,6 ton per hektare, dengan harga gabah sekarang senang semua petani," kata Jokowi.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement