Selasa 10 Oct 2023 17:34 WIB

KLHK: Perlu Kolaborasi Antarnegara Kepulauan Bangkitkan Ekonomi Biru Berkelanjutan

Ekonomi biru merupakan salah satu konsep holistik mendorong pertumbuhan keuangan

Rep: Novita Intan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan untuk menjadikan ekonomi biru menjadi salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi dunia yang berkelanjutan, maka kolaborasi dari negara-negara pulau dan kepulauan yang tergabung dalam Archipelago and Island States Forum menjadi penting.
Foto: dok KLHK
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan untuk menjadikan ekonomi biru menjadi salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi dunia yang berkelanjutan, maka kolaborasi dari negara-negara pulau dan kepulauan yang tergabung dalam Archipelago and Island States Forum menjadi penting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah meminta negara-negara pulau dan kepulauan dapat berkolaborasi menuju era baru pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Hal ini dapat dilakukan melalui optimalisasi ekonomi biru dari pengelolaan sektor kelautan dan pesisir yang berkelanjutan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan untuk menjadikan ekonomi biru menjadi salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi dunia yang berkelanjutan, maka kolaborasi dari negara-negara pulau dan kepulauan yang tergabung dalam Archipelago and Island States Forum menjadi penting.

"Seperti yang kita ketahui, konsep ekonomi biru merupakan salah satu konsep holistik mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus kelestarian lingkungan, inklusi sosial dan penguatan ekosistem laut," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/10/2023).

Siti menyebut saat ini lautan berada di bawah tekanan dari banyaknya aktivitas manusia, yang didorong oleh pemenuhan kebutuhan akan makanan, air, energi, obat-obatan, transportasi, perdagangan, dan rekreasi yang mendorong terjadinya perusakan habitat, overfishing, polusi, dan pembangunan pesisir yang tidak teratur, sehingga mengancam sumber daya lautan dan jasa-jasa lautan yang menunjang kehidupan dan keseimbangan alam.

 

"Tekanan-tekanan tersebut semakin parah hingga telah menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, menurunnya stok ikan, dan ancaman perubahan iklim," ucapnya.

Maka itu Siti melalui momentum Archipelagic and Island States Forum mengajak para pemimpin negara-negara pulau dan kepulauan menempatkan fokus dapat bekerja sama, lintas sektor seluruh tingkat pemerintahan, untuk memastikan ekonomi biru yang berkelanjutan berkembang semua. 

"Untuk mempercepat aksi kolaboratif kita semua melalui visi yang selaras di antara negara-negara pulau dan kepulauan, maka sangat penting untuk menyatukan pemikiran para pemimpin, akademisi, pakar, dan business leader," ucapnya.

Siti menunjukkan jika ekosistem mangrove di Indonesia telah banyak diupayakan untuk memperkuat ketahanan pesisir pulau-pulau di Indonesia yang diselaraskan dengan upaya mendorong bangkitnya ekonomi biru berkelanjutan terlebih bagi masyarakat lokal yang tinggal disekitarnya. Hal ini karena ekosistem mangrove telah terbukti menyediakan jasa ekosistem yang sangat penting bagi masyarakat lokal, namun juga berperan besar populasi global.

"Mangrove memiliki potensi karbon biru yang tinggi, di Indonesia ini menjadi bagian dari strategi pembangunan rendah karbon nasional," ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement