Selasa 26 Sep 2023 11:56 WIB

Enggak Kaleng-Kaleng, Potensi Bursa Karbon Indonesia Setara APBN

Bursa karbon akan menjadi kesempatan ekonomi baru yang berkelanjutan bagi RI.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Fuji Pratiwi
Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2022 di Jakarta, Senin (3/1/2022) (ilustrasi).
Foto: ANTARA/BPMI-Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2022 di Jakarta, Senin (3/1/2022) (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, Indonesia memiliki potensi bursa karbon yang sangat besar, yakni lebih dari Rp 3.000 triliun. Bursa Karbon Indonesia ini baru saja diluncurkan oleh Jokowi di BEI Jakarta, Selasa (26/9/2023).

Pada 2023, total APBN dipatok sebesar Rp 3.061 triliun. Angka potensi bursa karbon juga hampir setara anggaran perlindungan sosial buat rakyat Indonesia sepanjang 2015 hingga 2023 senilai Rp 3.212 triliun.

Baca Juga

"Di catatan saya ada kurang lebih 1 giga ton CO2 potensi kredit karbon yang bisa ditangkap, dan jika dikalkulasi potensi bursa karbon kita bisa mencapai potensinya Rp 3.000 triliun rupiah bahkan bisa lebih. Rp 3.000 triliun, Rpn3.000 triliun rupiah, bahkan bisa lebih. Sebuah angka yang sangat besar," kata dia.

Indonesia, kata Jokowi, memiliki potensi yang sangat besar terkait solusi berbasis alam (nature base solution). Selain itu, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang sekitar 60 persen pemenuhan pengurangan emisi karbonnya berasal dari sektor alam.

 

Jokowi mengatakan, pasar bursa karbon Indonesia ini akan menjadi sebuah kesempatan ekonomi baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selain itu, pasar bursa karbon ini juga sejalan dengan arah dunia yang tengah bertransisi menuju ekonomi hijau.

Menurut dia, peluncuran bursa karbon pertama di Indonesia ini merupakan kontribusi nyata Indonesia untuk berjuang bersama dunia melawan krisis perubahan iklim. Nantinya hasil dari perdagangan ini akan direinvestasikan pada upaya untuk menjaga lingkungan, khususnya melalui pengurangan emisi karbon.

Jokowi mengatakan, ancaman perubahan iklim dunia saat ini sudah sangat dirasakan. Berbagai peristiwa seperti kenaikan suhu bumi, kekeringan, banjir, dan polusi yang terjadi membutuhkan langkah konkret untuk mengatasinya.

"Dan bursa karbon yang kita luncurkan hari ini bisa menjadi sebuah langkah konkret, bisa menjadi sebuah langkah besar untuk Indonesia mencapai target NDC," kata Jokowi.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement