Senin 09 Feb 2026 10:53 WIB

OJK: Pengelolaan Investasi Tetap Tumbuh di Tengah Volatilitas Pasar Saham

Total AUM industri pengelolaan investasi Rp1.089,64 triliun

Rep: Eva Rianti/ Red: Satria K Yudha
Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kondisi pasar modal Indonesia mulai bergerak stabil setelah mengalami guncangan. Di tengah fluktuasi pasar saham, kinerja industri pengelolaan investasi justru melanjutkan tren pertumbuhan.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, pergerakan pasar saham domestik pada pekan pertama Februari 2026 berlangsung dinamis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.935,26, turun 4,73 persen secara month to date dan melemah 8,23 persen secara year to date.

Baca Juga

Nilai perdagangan saham tercatat tetap tinggi dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp32,88 triliun. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,14 triliun secara month to date dan Rp11,02 triliun secara year to date.

“Di sisi lain, industri pengelolaan investasi justru menunjukkan dan melanjutkan tren yang positif pada pekan laporan di pekan pertama Februari 2026,” kata Hasan dalam konferensi pers kondisi pasar modal di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Hasan menyampaikan, total asset under management (AUM) industri pengelolaan investasi tercatat mencapai Rp1.089,64 triliun. Sementara itu, nilai aktiva bersih reksadana per 5 Februari 2026 mencapai Rp722,21 triliun, tumbuh 2,98 persen secara month to date dan meningkat 6,94 persen secara year to date.

Menurut Hasan, pertumbuhan tersebut menunjukkan investor reksadana masih aktif melakukan subscription di tengah dinamika pasar keuangan domestik. Aktivitas tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan investor terhadap instrumen pengelolaan investasi.

Ke depan, Hasan mengatakan OJK bersama self regulatory organization, yakni Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia, akan terus memantau pergerakan pasar. OJK memastikan kesiapan untuk merespons dinamika pasar melalui langkah kebijakan yang diperlukan.

Berita Lainnya

Rekomendasi