Selasa 26 Sep 2023 11:52 WIB

Antisipasi Serangan Siber, Kementerian BUMN Gandeng Microsoft

BUMN memerlukan kerja sama sesama BUMN maupun dengan mitra strategis.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Logo Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Foto: ANTARA /Aprillio Akbar
Logo Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung langkah Forum Digital (Fordigi) BUMN yang bekerja sama dengan Microsoft Indonesia dalam pengembangan digital atau TI di lingkungan BUMN. Deputi Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata mengatakan hal ini merupakan bagian dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

"Bagaimana kita bisa memberikan manfaat kepada masyarakat kalau kita tidak punya cuan. Bagaimana kita punya cuan kalau tidak bekerja dengan baik. Bagaimana bisa bekerja dengan baik kalau tata kelolanya tidak terjaga, sehingga dari awal pun kita tata kembali BUMN-BUMN kita," ujar Tedi di Jakarta, Selasa (26/9/2023).

Baca Juga

Menurut Tedi, kerja sama dengan Microsoft menjadi penting dalam memperkuat dan mempercepat transformasi BUMN di sektor TI. Tedi menyebut kerja sama ini juga jauh lebih efektif ketimbang masing-masing BUMN bekerja sama dengan Microsoft. 

"Sekarang lisensi Microsoft semua BUMN itu mulai dengan satu harga. Hal ini ini akan meng-unlock value, ada efisiensi bagi perusahaan yang kecil, selama ini yang diuntungkan itu perusahaan yang relatif besar karena volumenya besar," ucap Tedi.

 

Dengan kebersamaan, lanjut Tedi, BUMN-BUMN dapat bekerja sama dengan Microsoft Office dengan biaya yang lebih efisien dan mengurangi potensi penggunaan software ilegal. Sebagai kekuatan besar, Tedi menilai BUMN memerlukan kerja sama sesama BUMN maupun dengan mitra strategis dalam mendorong perbaikan perusahaan. 

"Sekarang ini mendorong konsep BUMN itu dalam sebuah keluarga besar. Jangan lagi dilihat perusahaan satu-satu, sehingga kita dorong kepada mitra kita untuk melihat ini sebagai sebuah grup besar," lanjut Tedi.

Tak hanya itu, Tedi menyebut kerja sama ini juga dapat meningkatkan optimalisasi cybersecurity atau keamanan siber. Tedi menyampaikan upaya mengatasi ancaman serangan siber tidak bisa diabaikan.

"Ancaman serangan siber itu sudah macam-macam sekarang. Bentuknya beraneka ragam dan trennya semakin sering. Ini yang perlu kita jaga," sambung Tedi.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir menyambut positif kerja sama Microsoft dengan BUMN. Dharma menilai hal ini bagian dari upaya peningkayan inklusivitas terhadap teknologi digital di Indonesia. 

"Ini sangat penting sekali, yang mana kalau tidak bisa memiliki akses yang terjangkau terhadap teknologi, bagaimana BUMN bisa berinovasi dengan cepat. Fondasi yang sangat baik sekali kita mulai pertama mulai dari sisi produktivitas, siber, akses komputasi awan, dan kecerdasan buatan," kata Dharma.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement