Rabu 16 Aug 2023 09:40 WIB

Asing Lepas Saham Perbankan, IHSG Dibuka Melemah

Investor asing juga melepas saham-saham perbankan di Wall Street.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Karyawan mengamati pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2/2023).
Foto: Republika/Prayogi.
Karyawan mengamati pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (16/8/2023). IHSG melemah dan kembali jatuh dari level psikologis 6.900 ke level 6.887,61 setelah sempat menguat tipis pada perdagangan kemarin. 

Aksi jual investor asing masih mewarnai pergerakan IHSG. Pagi ini, investor asing melepas saham-saham perbankan dengan BBRI sebesar Rp 236 miliar, BBNI sebesar Rp 81,3 miliar serta BMRI sebesar Rp 67,3 miliar.

Baca Juga

"IHSG masih berada sideways di level 6.850-6.950. Level support berada 6.850-6.900 dan resistance di level 6.930-6.950," kata Head of Retail Research Analyst Fanny Suherman BNI Sekuritas.

Wall Street mencatat penurunan yang cukup signifikan. Kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah sebesar 1,02 persen, begitu juga dengan S&P 500 yang terkoreksi sebesar 1,16 persen, sementara indeks Nasdaq melemah sebesar 1,14 persen.

Saham-saham di sektor keuangan mengalami koreksi. JPMorgan Chase dan Wells Fargo turun dua persen, sementara Bank of America turun tiga persen. Fitch menyatakan lembaga tersebut mungkin perlu untuk menurunkan credit rating puluhan bank. Inggris akan menyampaikan inflasi Juli 2023 pada hari ini.

Bursa Asia Pasifik bergerak variatif. Nikkei dan bursa Australia mencatat kenaikan. Di sisi lain Hang Seng dan Kospi masing-masing terkoreksi 1,03 persen dan 0,79 persen. Jepang melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen yoy pada kuartal II 2023, di atas ekspektasi. 

Indonesia menyampaikan surplus neraca perdagangan sebesar 1,31 miliar dolar AS, di bawah perkiraan. Industrial production China pada Juli 2023 sebesar 3,7 persen yoy, di bawah ekspektasi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement