Selasa 08 Aug 2023 12:31 WIB

Bursa Kedatangan 4 Emiten Baru, Sahamnya Ada yang Menguat 35 Persen

Mayoritas saham yang tercatat di BEI pagi ini mengalami kenaikan.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan empat emiten baru pada Selasa (8/8/2023). Perusahaan tersebut berasal dari beragam sektor mulai dari properti, ritel, teknologi serta bahan baku.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan empat emiten baru pada Selasa (8/8/2023). Perusahaan tersebut berasal dari beragam sektor mulai dari properti, ritel, teknologi serta bahan baku.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan empat emiten baru pada Selasa (8/8/2023). Perusahaan tersebut berasal dari beragam sektor mulai dari properti, ritel, teknologi serta bahan baku.

Dari keempat perusahaan itu, tiga di antaranya tercatat di papan pengembangan. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna optimistis mengatakan bursa akan senantiasa mendukung perusahaan untuk lebih besar lagi.

Baca Juga

"Kami dukung untuk scale up mengikuti utilisasi pasar modal kita yang bertumbuh, dan perusahaan yang tercatat bukan hanya memberikan atribusi terbaik kepada pemegang saham tapi juga kepada pembangunan secara nasional," ucap Nyoman, Selasa (8/82023).

Mayoritas saham yang tercatat di BEI pagi ini mengalami kenaikan. Dari sektor properti, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) mencatatkan kenaikan sebesar 5,00 persen di perdagangan perdananya.

GRIA sempat dibuka turun ke level 102 namun berhasil rebound ke zona hijau di level 135. Pada saat Initial Public Offering (IPO), GRIA menawarkan saham sebanyak 1,72 miliar lembar dengan harga Rp 120 per saham, sehingga berhasil meraup dana Rp 207 miliar.

Kemudian dari sektor ritel, PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) mengalami kenaikan sebesar 5,13 persen dari harga awalnya ke posisi 410. Tercatat di papan utama, anak usaha Erajaya Group ini ditawarkan pada harga 390 per saham saat IPO.

PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) menjadi emiten yang membukukan kenaikan tertinggi saat debut hari ini. Saham emiten teknologi ini melesat 35 persen hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) ke level 135 dari harga awal 100.

ITSEC Asia adalah salah satu perusahaan cyber security terbesar di Asia Pasifik yang memberikan layanan cyber security di 17 negara di wilayah Asia Pacific, Australia & New Zealand. ITSEC berhasil mengantongi dana Rp 100,83 miliar dari proses IPO.

Emiten terakhir yaitu PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) yang berasal dari sektor bahan baku. Saham PPRI melemah 15 persen ke level 119 setelah sempat dibuka menguat di level 187. Saat IPO, saham PPRI ditawarkan dengan harga Rp 140 per saham.

PT Paperocks Indonesia Tbk perusahaan yang bergerak dalam bidang Perdagangan Kemasan ramah lingkungan berbahan kertas. Dari IPO, Perseroan meraup dana segar sebesar Rp 38 miliar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement