Selasa 08 Aug 2023 12:23 WIB

BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2023 Berkisar Hingga 5,3 Persen

Konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi sebesar 5,23 persen (yoy).

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Lida Puspaningtyas
Pengunjung berbelanja di salah satu ritel modern di Jakarta. Konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi sebesar 5,23 persen (yoy) per kuartal II 2023.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengunjung berbelanja di salah satu ritel modern di Jakarta. Konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi sebesar 5,23 persen (yoy) per kuartal II 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2023 dapat mencapai kisaran 4,5-5,3 persen. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal pemerintah dengan makroprudensial.

“Upaya ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan,” kata Erwin dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (8/8/2023).

Dia menuturkan, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi di tengah perlambatan ekonomi global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2023 tercatat sebesar 5,17 persen secara tahunan yang meningkat dari pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 5,04 persen.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi didukung oleh peningkatan permintaan domestik,” ujar Erwin.

Konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi sebesar 5,23 persen secara tahunan. Hal tersebut seiring dengan naiknya mobilitas, membaiknya ekspektasi pendapatan, terkendalinya inflasi, dan dampak positif dari Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) serta pemberian gaji ke-13 kepada aparatur sipil negara.

Konsumsi pemerintah juga tercatat tumbuh tinggi sebesar 10,62 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh belanja pegawai pemerintah pusat dan daerah.

Pertumbuhan investasi secara keseluruhan juga meningkat menjadi 4,63 persen secara tahunan uang didorong terutama oleh perbaikan investasi nonbangunan. Hal tersebut tecermin dari membaiknya pertumbuhan impor barang modal.

Selain itu, investasi bangunan juga tumbuh positif seiring dengan berlanjutnya pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Meskipun begitu, untuk ekspor secara keseluruhan mengalami kontraksi sebesar 2,75 persen secara tahunan, khususnya ekspor barang sejalan dengan pelemahan ekonomi global di tengah ekspor jasa yang tumbuh kuat didukung kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi juga tecermin dari sisi lapangan udahadan spasial. Seluruh lapangan usaha tercatat pada kuartal II 2023 terjadi pertumbuhan positif, terutama ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran serta transportasi dan pergudangan.

Sementara secara spasial, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2023 yang tinggi tercatat di sebagian besar wilayah Indonesia. Pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), diikuti Kalimantan, Jawa, Sumatra, dan Bali-Nusa Tenggara (Balinusra).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement